Suara
semilir angin itu telah membawa ketenangan untukku.
Ku
pejamkan mata untuk merasakan desir angin ketenangan.
Suara
semilir angin telah mengingatkanku akan
suasana indah di masa itu, hingga kumerasakan rindu akan masa lalu.
Walau
ku tak dapat melihat bentuk angin, tapi kudapat merasakannya. Merasakan merdu
suaranya, merasakan ketenangannya.
Semilir
angin itu seolah membawa dan menyampaikan rinduku, semilir angin itu seolah
membawa pesan untukku. Pesan yang teramat misteri. Pesan akan rindu-rindu yang
tak dapat terucap.
Rindu
yang tak terlihat namun hanya dapat dirasakan.
Angin
adalah suara alam yang paling merdu, ia dapat memberikan kesejukan, juga
ketenangan. Semilir angin telah memberikan nuansa yang berbeda untukku, nuansa
kedamaian ketika aku memejamkan mata untuk mendengarkan merdu suaranya,
mendengarkan bisik pesan dari misteri alam.
Melodi
indah, melodi alam yang merdu. Angin yang menggerakkan daun-daun itu dapat
menghasilkan suara alam yang merdu, bagai nyanyian rindu. Nyanyian angin yang
membawa dan menyampaikan rindu yang taksempat terucap dan tak mampu
tersampaikan.
Biarlah
angin yang membawa rindu-rindu itu.
Biarlah
rindu itu mengalun bersama lalunya angin.
Biarlah
rindu itu seperti angin yang takterlihat namun selalu dapat dirasa.
Melodi
angin, melodi kedamaian jiwa.
Melodi
angin, bagai melodi rindu yang takterobati namun berlalu seirirng berjalannya
waktu.
Melodi
angin, nyanyian alam yang paling merdu di kala hati merasakan rindu.
Melodi
angin adalah nyanyian yang mengalun syahdu yang dapat memberi kedamaian di kala
hati sedang merindu dan sendu.
Biarlah
angin yang kan membawa segala rindu, duka, dan kecewa di hari ini. Biarlah
kesedihan itu berlalu bersama deru angin.
_Nhaya_