CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Jumat, 31 Mei 2013

Saat Harus Menentukan Pilihan


Kala aku harus menentukan pilihan dan memastikan keyakinanku sebelum semuanya berakhir dengan penyesalan. Ketika aku dihadapi dengan sesuatu hal yang belum jelas dan di sisi lain aku harus segera menentukan pilihan. Aku hanya mampu berdoa yang terbaik semoga apapun kelak yang akan menjadi pilihanku, semoga itu adalah petunjuk Allah dan jawaban Allah atas doa-doaku selama ini. Bukankah kau (kepada diriku sendiri) selalu percaya kepada Tuhanmu? Bukankah kau bilang bila kau sepenuhnya percaya apapun itu takkan menjadi ingkar? Jadi percayalah, Allah maha melihat, Allah maha Tahu, Allah maha menentukan yang terbaik. Jadi percayalah. Selama kau berusaha dan berada dalam niat yang baik, pasti Allah akan memberikan jalan dan petunjuk hingga engkau menemukan yang terbaik dan dapat menentukan yang tepat. Itu petunjuk Allah dan itu adalah jawaban atas doa-doamu.      

Senin, 27 Mei 2013

Minggu, 26 Mei 2013

Cinta dan sayang takbutuh kata-kata, namun yang terpenting keduanya butuh tindakan (bukti akan rasa yang hadir)_Tentang Cinta Terpendam 'Bunga Daisy'.

Rabu, 15 Mei 2013


Renungan Malam


Aku merasa telah menjadi teman yang gagal karena aku tak dapat mengingatkan akan kebaikan apalagi mengajak kebaikan. Aku memang telah menjadi teman yang gagal karena takdapat menyadarkan temannya ketika ia sedang khilaf, aku memang teman yang gagal yang tak bisa mengajak teman untuk sama-sama belajar memperbaiki diri. Aku memang teman yang gagal yang takdapat melarang temannya untuk  tidak melakukan perbuatan yang menyalahi aturan. Seolah aku hanya ingin memperbaiki diriku sendiri, padahal hati ini selalu mengingatkan untuk mengajak sahabat-sahabat bersama memperbaiki diri. Aku memang teman yang gagal karena ucapanku takdapat memberi solusi.
Rasanya aku begitu berdosa diberikan Allah mata untuk melihat tapi penglihatanku takdipelihara, aku diberi telinga namun telinga ini tidak kuperdengarkan dengan hal-hal yang baik, aku diberi kaki ini untuk melangkah tapi tidak aku langkahkan ke tempat-tempat yang baik, aku diberi mulut ini namun ucapan yang keluar bukanlah ucapan-ucapan yang mulia, mulut ini tidak digunakan untuk mengingatkan akan kebaikan.

Nasyid Minggu Ini

Bangun Cinta

Kata Pujangga cinta itu luka yang tertunda
Walau awalnya selalu indah
Bila bukan jodohnya siap-siap tuk terluka

Kata Pujangga bangun cinta itu tak semudah
tak secepat hati jatuh cinta
Namun bila jodohnya kita pasti bahagia

Lebih baik bangun cinta daripada jatuh cinta
Jatuh itu sakit Bangun itu semangat
Lebih baik bangun cinta meski tak mudah
Namun Cinta jadi punya tujuan



Jangan Jatuh Cinta Tapi Bangun Cinta

Di sini pernah ada rasa simpati
Di sini pernah ada rasa menggagumi
Rasa ingin memiliki
Memasukkanmu ke dalam hati ini

Menjadi penghuni...
Mencoba berlindung di balik fitrahnya hati
Untuk mencari pembenaran diri...
Namun Ternyata semua hanya permainan nafsu

Untuk memburu cinta yang semu
Aku Tertipu...
Tuhanku berikanku cinta yang Kau titipkan
Bukan cinta yang ku tanam 2 x

Aku ingin rasa cinta ini
Masih menjadi cinta perawan
Cinta yang hanya aku berikan
Saat ijab qabul telah tertunaikan 2 x

Tuhanku berikanku cinta yang Kau titipkan
Bukan cinta yang ku tanam 5 x

Jumat, 10 Mei 2013

Coretan Senja


Nampaknya langit sore ini takmenampakan warna terangnya karena ia tertutup awan mendung yang hendak mengantarkan hujan, tapi tak apa karena aku sedang menanti hujan, aku rindu memperhatikan turunnya hujan.
Aku rindu hujan, hujan yang menyejukkan. Aku ingin memperhatikan gemericik air yang menari riang berlomba untuk mencapai bumi. Yang takpeduli di mana ia akan jatuh, yang takpeduli nantinya akan menjadi genangan atau pun akan mengikuti arus air yang mengalir hingga menemukan hilir.
Aku rindu menyesap bau tanah yang diantarkan hujan ketika hujan baru jatuh ke bumi. Tapi nampaknya sore ini hujan takmau diantarkan oleh mendung, tapi mendung begitu setia menunggu hujan untuk jatuh ke tanah. Padahal langit telah rela warna cerahnya tertutupi awan mendung, tapi mengapa hujan belum turun? Aku menanti hujan tanpa petir. Aku ingin memperhatikan rintikmu yang jatuh ke bumi, yang membasahi  panas hingga menyejukan.

Dialog Hati dan Pikir


Suatu ketika aku akan melakukan keburukan, ketika aku hendak lalai dalam menjalankan kewajibanku. Ini adalah kejadian nyata di saat aku mendengar adzan Dzuhur, lantas bukannya aku segera berwudhu dan solat, namun ketika itu aku lebih memilih untuk terlelap dalam tidur.
Ketika lelap yang kupilih, hati dan pikiran mulai berdialog. Hatiku berkata bukankah satu detik, satu menit, satu jam, satu tahun, dst akan segera kau alami? Bukankah masa pertanggungjawaban pun akan kau alami? Bukankah ketika masa pertanggungjawaban itu datang kau dalam keadaan sendiri? Waktu itu pasti. Pasti kau alami. Cepat atau lambatmasa itu akan kau hadapi. Sampai kapan kau mengejar dunia? Sampai kapan hanya kebahagiaan dunia yang kau cari? Kau bahagia tapi di sisi lain kau melupakan kewajibanmu, bukankah itu hal yang sia-sia? Bukankah itu berarti tertawa bahagia di atas pertanggungjawaban yang akan dihadapi? Bukankah hidup di dunia ini hanya masa persinggahan sebelum menghadapi kehidupan abadi? Mungkin sekarang kau bisa tertawa bersama, bahagia bersama, namun harus selalu kau ingat “kelalaianmu akan kau pertanggungjawabkan sendiri”. Tidakkah kau takut? Masihkah kau hendak melakukan kelalaian yang sama? hidupmu di dunia bukan untuk selamanya, kehidupanmu yang kedua kelak itu adalah kehidupanmu yang sebenarnya.  
Pikiranku tak dapat lagi mengelak, ketika itu pun aku menggigil ketakutan. Aku takut hatiku tertutup oleh keburukan hingga takdapat lagi memberi arah. Aku takut kelalaian akan mendominasi hidupku. Aku takut ketika membuat kelalaian, aku akan merasakan itu hal yang biasa. Aku takut melakukan kelalaian hingga menumpuk.
Ketika pikiranku menyerah, aku pun segera melaksanakan kewajibanku. Dan aku pun tak memilih lelap di siang itu. terima kasih hatiku yang telah memberikan pemahaman untuk hidup lebih baik dan tak membiarkan kelalaian terus memanjakanku.