CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 22 Juli 2013

Minggu, 21 Juli 2013


Ya Allah matikanlah rasaku kepadanya sebelum rasa ini semakin dalam. Ya Allah kutau ini adalah rasa atas nafsu, bukan rasa yang hakiki, bukan rasa yang seharusnya aku pelihara. Ya Allah jangan biarkan rasa yang telah kutanam tanpa kusadari ini terus menggerogoti imanku, jangan biarkan rasa ini terus bersemayam dalam hatiku. Ya Allah aku takingin memelihara rasa dalam kesia-siaan. Ya Allah kutahu ini hanyalah nafsu yang kutanam, nafsu yang terus kupelihara, hingga terus menggerogoti hati. Ya Allah aku takingin menyimpannya dalam ingatan karena ia bukan yang halal bagiku untuk kuingat, bukan dia yang halal untuk kupelihara dalam rasa. Ya Allah ku tahu mematikan rasa yang mulai tumbuh itu sulit, namun kutahu dan kuyakin engkau pasti lebih mengizinkan aku mematikan rasa terhadapnya ketimbang terus memelihara rasa ini. “Ya Allah berikanlah cinta yang Kau titipkan bukan cinta yang kutanam”. Bukan rasa atas dasar nafsu, bukan rasa yang berlandaskan kebahagiaan dunia semata, namun rasa untuk menuju keridoan-Mu.

Ya Allah jangan biarkan waktuku sia-sia hanya untuk memikirkan hal yang seharusnya tidak kupikirkan, jangan biarkan aku terlena hanya nafsu pandangan, jangan biarkan aku mengagumi hal yang hendak membutakan mata hati. Ya Allah kuyakin Engkau telah memilihkan dan menyiapkan satu yang terbaik untukku, yang dapat membimbingku dan menjadi imam yang baik untukku. Ya Allah tetap peliharalah rasa ini sampai menemukan pasangannya yang halal. Aamiin

Sabtu, 20 Juli 2013


Ya Allah sampaikanlah jejak langkahku ke tempat-tempat tersebut, izinkanlah mata ini untuk menyaksikan kebesaran-Mu. Tetapkanlah pelajaran berharga dalam setiap perjalanan yang kuhadapi. Semoga mata ini tidak hanya memandang lewat gambar melainkan mata ini dapat menyaksikan secara langsung, menapaki jejak langkah ke tanah kebesaran-Mu, mengunjungi tempat-tempat yang Kau ridhoi. Melakukan perjalanan yang mampu meningkatkan kecintaanku kepada-Mu, menguatkan keyakinanku kepada-Mu, dan menambah kerinduanku untuk berjumpa dengan-Mu. Aamiin..

Sabtu, 06 Juli 2013

Panas Sore Hari


Memperhatikan sinar matahari yang masih terik di sore hari mengingatkanku pada seseorang, seseorang yang sangat suka dengan suasana sore yang bermandikan panas. Menurutnya panas di sore hari itu tidak menyengat, panas yang meneduhkan yang paling cocok untuk jalan-jalan sore karena "sejuknya sore hampir sama seperti sejuknya menjelang pagi".
Panas di sore hari yang meneduhkan. Meneduhkan hati yang mungkin sedang gundah, meneduhkan hari yang beranjak malam. Teduh, mungkin karena panas di sore ini akan berganti dengan malam yang dingin. Sayangnya panas di sore hari selalu terburu-buru untuk berganti dengan gelap, gelap yang hendak menjemput malam. Panas yang meneduhkan yang mengantarkan hari untuk dirajai oleh malam, malam yang selalu diselimuti oleh gelap dan kesunyian.  
Panas di sore hari yang meneduhkan, kala orang-orang duduk melepas lelah setelah seharian beraktivitas, kala orang-orang hendak melepas kegiatannya, kala orang-orang siap menyambut malam yang akan memanjakannya untuk melepas lelah di malam hari. Namun ada pula panas di sore hari yang meneduhkan ini mengantarkan orang-orang yang hendak melakukan aktivitas di malam hari, melakukan aktivitas di kala kebanyakan orang terlelap dalam lelahnya, mereka harus terjaga untuk menjalani hidup dan berjumpa dengan panas di sore hari yang meneduhkan di hari selanjutnya.
Panas di sore hari yang meneduhkan, meneduhkan hati hingga menemui kedamaian. Sinar yang menerangi sore seolah takingin beranjak  untuk digantikan malam, namun takada pilihan lain panas sore ini harus terburu-buru untuk berganti dengan gelapnya malam. Seiring petang yang mulai lahir, semburat sinar itu perlahan mulai berganti dengan semburat senja yang merona merah yang taklama lagi akan berganti dengan gelap, gelapnya malam yang sunyi.

Entah Mengapa :'(

Ya Allah taktahu mengapa, rasanya dada ini sesak setelah mendapat sms dari Karunia (Qianshennan). Padahal aku takbegitu dekat dengannya, bisa dibilang bersama dengannya (bermain) pun jarang, tapi taktahu mengapa setelah tahu dia akan  kembali ke Cina rasanya dada ini sesak. Sayangnya selama dia di Indonesia, aku takpernah memberikan apa-apa kepadanya. Entah apa yang membuat perasaanku sakit setelah mendengar dia akan kembali, aku sendiri taktahu apa penyebabnya. Aku hanya merasa sedih, aku merasa kehilangan. Aku ingin menangis tapi tangis ini tertahan di dadaku takdapat aku keluarkan. Sesak :'(


Kamis, 04 Juli 2013

Seperti Mendung yang Mengantarkan Hujan


     Sejatinya mendung selalu setia terhadap hujan, ia senantiasa  mengantarkan hujan yang hendak membasahi bumi. Mendung dengan sigap memberi peringatan kepada bumi bahwa hujan akan segera datang. Mendung akan senantiasa memberikan kesejukan kepada bumi sebelum hujan benar-benar membasahinya. Namun terkadang mendung sudah setia mengantarkan hujan, tapi hujan takkunjung datang.
    Tapi suatu ketika aku mendapati hujan yang takdiantarkan mendung, kemanakah mendung kala itu? Namun setelah aku perhatikan, sepertinya hujan pun takmau lama-lama turun ke bumi bila takada  mendung yang menemaninya.
   Seperti hari ini mendung sangat setia dengan hujan, meski hujan malu-malu untuk turun ke bumi tapi mendung tetap setia menunggu. Hingga sejak tadi aku pun memperhatikan matahari yang ragu-ragu untuk menampakkan sinarnya di hari ini. Mungkin hari ini matahari bisa mengalah dan membiarkan mendung menemani hujan yang akan turun membasahi bumi.
   Aku ingin seperti mendung,  mendung  yang mempunyai hujan sebagai pasangannya. Kelak bila aku telah memiliki pasangan seperti mendung, aku akan setia, seperti setianya mendung yang mengantarkan dan menemani turunnya hujan.

Rabu, 03 Juli 2013

P(UJIAN)




Pernahkah terlintas dalam pikiran antara pujian dan ujian itu takada batas? Dua hal yang berbeda namun sangat dekat. Ketika pujian itu datang, tidakkah kita berpikir pujian itu akan menjadi ujian? 
Bukankah ketika kita terlalu sombong akan pujian yanng didapat itu adalah sebuah ujian? Terlenakah kita akan pujian tersebut? (Sebuah ujian bagaimana kita menanggapi pujian)
Mungkin ada rahasia di balik pujian, mungkin pujian itu hadir sebagai bonus atas apa yang telah kita perbuat dan bisa jadi pujian itu datang untuk menguji kita, lantaskah diri kita sombong karena pujian tersebut?
Bisakah kita membedakan mana pujian dan mana ujian? Jangan biarkan pujian itu datang hanya sebatas ujian.
Berhati-hati terhadap setiap ujian yang datang mungkin itulah salah satunya cara untuk menghindari sifat takabur (sombong). Hanya diri kitalah yang bisa menolong, karena sikap kitalah yang dituntut ketika pujian itu datang.