CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Minggu, 26 Agustus 2012


Aku Ana Yuliana berani menuliskan mimpi karena aku yakin akan ada jalan dari setiap mimpi. Bila itu baik, mengapa harus ragu?
Target pertamaku di tahun 2009 untuk mendapatkan beasiswa S1 di PTN Alhamdulillah telah tercapai. Dengan menyebut nama Allah aku uraikan mimpi-mimpiku selanjutnya..
Semoga ini dapat menjadi tonggak semangatku..
Tiada salahnya bermimpi, bila kita mau berusaha untuk mewujudkan mimpi itu...
Terus bangkit dan semangat Ana!
Pasti ada jalan dalam setiap titian langkah
Menuju mimpi yang menjadi nyata..
InsyaAllah, bila ini jalanku
Allah akan memberikan jalan dan kemudahan
Dan bila ini bukan jalanku, aku yakin ada jalan yang lebih indah yang telah Allah rencanakan untukku..
Tetesan air mata ini, semoga kelak akan menjadi kekuatan senyuman.. :)

Indahnya memendam rasa...
Awalnya mungkin terasa sedikit menyesakkan dan terkadang mungkin timbul rasa takut akan hilangnya satu kesempatan untuk meraih rasa itu, bila rasa itu terus terpendam..
Namun lagi-lagi itu hanya nafsu
Lagi-lagi itu hanya ilusi kosong..
Rasa yang terpendam lantas bukan suatu hal yang harus kita takuti, melainkan harus kita pelihara agar rasa itu tetap terpendam..
Keyakinan akan waktu yang menjadi misteri itu akan datang
Menanti sang “misteri waktu” yang akan memberi jawaban atas segala rasa yang terpatri..
Suatu saat rasa itu akan menemukan pasangannya yang halal, suatu saat semua rasa itu akan terbalas dengan keindahan rasa yang hakiki..
Indahnya memendam rasa
Sehening kedamaian jiwa..

Senin, 06 Agustus 2012


Detik demi detik yang lalu takkan mengobati kesalahanku, namun detik demi detik yang akan datang semoga aku dapat memperbaikinya.
Tetesan air mata penyesalah itu, semoga kelak akan menjadi kekuatan senyuman.

Becermin dari Secangkir Kopi


Hitam pekat terkadang mendeteksi sesuatu yang bururk. Dengan warnanya yang pekat itu takberarti mencerminkan rasanya.
Setetes kopi dapat mengundang puluhan bahkan ratusan semut. Dengan manisnyalah ia menjawab misteri hitam penampilannya.
Rasa manis yang diberikan  gula telah mengalahkan pahitnya kopi. Kopi yang pahit dapat luluh dengan manisnya gula. “hati yang hitam pekat (buruk) dapat luluh oleh kebaikan”.
Penampilan boleh saja terlihat begitu menakutkan, tetapi rasa (hatinya) tidak seburuk penampilannya.
Lebih baik bersembunyi dalam penampilan buruk namun hatinya baik, daripada bersembunyi di balik penampilan yang baik padahal hatinya buruk.
Becermin dari secangkir kopi
“walau terlihat hitam pekat, namun manis dirasa”,
“walau terlihat menyebalkan, namun mempunyai hati yang mulia”.

“Nhaya”

Minggu, 05 Agustus 2012

Misteri Waktu Telah Menemukan Jawabannya


Semua ilusi
Semua misteri
Perlahan menemukan jawabannya
Antara kesungguhan hati dan kenyataan
Goresan misteri yang telah lama tumbuh dalam diri
Kini perlahan menemukan satu titik kebenaran
Sejarah itu biarlah kukenang selamanya
Sejarah manis itu, biarlah mewarnai gurat hidupku
Misteri kelam yang berubah menjadi ilusi
Dalam bayang-bayang rindu yang takterobati
Hanya mampu menjadi bias-bias taktersampaikan
Takada penyesalan...
Pengorbanan dan penantian panjang itu
Telah menemukan labuh kebenarannya
Hanya satu yang kugenggam erat hingga kini
Memendam rasa itu jauh di dasar hati
Walau begitu menyakitkan, namun dapat memberi arti yang dalam..
Ini hanya kerikil tajam dalam perjalanan hidupku
Melalui kerikil-kerikil tajam itu, aku dapat menuju jalan keluar untuk mencapai kebahagiaan hakiki..

Kamis, 02 Agustus 2012

Impian


Ketika sebuah impian tertanam dalam jiwa, ketika semua mimpi ada di depan mata, menjemput sang pemenang sejati yang tiada pernah gentar dalam menjalani hidup dan menghadapi terjalnya kehidupan..
Sebuah kekuatan mimpi dan keinginan, telah memberikan kekuatan, hadir menjadi suplemen jiwa dan kehidupan...
Untaian motivasi dalam jiwa tiada pernah lelah memberi semangat, tiada pernah rela ada sosok pesimis yang datang yang hendak menghancurkan semua mimpi. Selalu berharap sang optimis selalu hadir dalam kehidupan, memberi warna tuk masa depan..

Sebuah Ilusi


22 Juli 2012
Ketika hati mulai terbuka untuk suka
Kenyataan tak berpihak
Harapan yang mulai tumbuh
Kini perlahan menemukan jawabannya
Mulai saat ini
Bersihkan hati
Hapus dia dari memori
Karena semua hanya ilusi
Hari yang terperangkap misteri
Yang terlelap dalam lautan mimpi
Harus berakhir di sini
Yakinlah, bila saatnya nanti
Kau akan menemukan tambatan hati
Hingga tak ada lagi ilusi...
Berhenti berharap mungkin lebih baik
Pasti sudah ada pilihan terbaik yang dipilihkan untukmu...

Rabu, 01 Agustus 2012

Terperangkap oleh Bisuku Sendiri


Aku yang terperangkap oleh bisuku sendiri...
Menjelma bagai
Syair-syair klasik di negeri dongeng

Walau mulut ini terkunci hingga tak mampu mewakili suara hati
Tapi tinta ini mampu merangkaikan suara hati yang terdalam

“Nhaya”
18-02-2012

Ketika Setengah-setengah dan Pilih-pilih


Aku sungguh menyadari akan kealfaan yang hingga kini kupelihara. Aku menyadari ketika mengerjakan sesuatu dengan setengah-setengah, hati dan pikiran pun tidak akan pernah menyatu menjadi suatu kekuatan. Hati dan pikiran ini sungguh menyadari akan kesalahan-kesalahan yang selama ini kupertahankan dan kuulangi. 
Aku menyadari, kini kumasih pilih-pilih dalam melakukan kebaikan, padahal sudah jelas kebaikan itu perintah Illahi.
Ketika aku melakukan kebaikan setengah-setengah, bukankah aku takingin bila Allah memberikan kebaikan-Nya juga setengah-setengah?
Ketika melakukan suatu kebaikan pilih-pilih, bukankah aku takingin bila Allah memberikan pertolongan kepadaku juga pilih-pilih?
Padahal Allah takpernah setengah-setengah dan pilih-pilih untuk menolong umat-Nya dan memberikan petunjuk kepada umat-Nya.
Setengah-setengah dan pilih-pilih perintah Allah seperti menggunakan hijab yang syar’i telah kusadari hal itu adalah keliru, telah kusadari penampilanku saat ini jauh dari apa yang diperintahkan Allah. Namun kesadaran itu hingga kini belum mampu mengubah akhlakku.
Aku malu kepada diriku sendiri, namun aku lebih malu kepada Allah. Karena Allah telah memberikan kesadaran kepadaku, namun hingga kini kumasih lalai.
Aku melakukan ini bukan tanpa sebab, melainkan aku melakukan ini atas dasar aku tidak ingin menutupi akhlakku dengan pakaian, aku tidak ingin bersembunyi di balik pakaian. Biarlah orang lain memandang buruk dari luarku, tapi hati dan akhlakku tidak seburuk penampilanku.
(Temaram Rindu dalam Naungan Hijab-Nhaya)