Terhitung 8 tahun yang lalu,
tepat saat aku duduk di bangku SMP. Kala itu, aku merasa begitu sangat
ketakutan. Aku takut ingatanku takdikembalikan lagi. Ini bukan kecelakaan yang
menyebabkan aku lupa ingatan (amnesia). Ini adalah peristiwa saat aku merasa
begitu terlena dengan kehidupan dunia, begitu terlena dengan kesenangan di masa
remaja.
Cerita lengkapnya seperti
ini. Saat menginjak bangku SMP, kegiatan mengajiku terhenti begitu saja. Entah karena
apa, tapi itulah tradisi yang tumbuh di lingkungan tempat tinggalku. Biasanya,
anak-anak yang telah menginjak bangku SMP dengan sendirinya akan meninggalkan
rutinitas mengaji yang biasa diadakan di masjid-masjid tempatku tinggal. Mungkin
karena sudah merasa dewasa dan tidak
memerlukan pendidikan agama di luar sekolah, dengan dalih “sibuk dengan
aktivitas di sekolah, hingga takdapat meluangkan waktu untuk mengaji”. Ya,
semenjak itulah rutinitas mengajiku terhenti begitu saja.
Saat itu tepat setelah aku
melaksanakan solat magrib. Hati ini begitu saja tergerak untuk membaca
Al-Quran. Kubuka Al-Quranku yang entah sudah berapa lama teronggok di rak
bukuku. Ayat demi ayat kulantunkan, kesejukan dan ketenangan begitu saja
mengaliri diriku. Sampai di ayat pertengahan, lidahku kelu. Lidah ini takdapat
digerakan. Aku lupa 1 huruf yang merangkaikan huruf lainnya. Hatiku bergetar,
pikiranku kalut, air mataku menggenang. Aku takut. Sungguh ketakutan. Aku takut
ingatanku takkan kembali lagi, aku takut takdapat mengingat 1 huruf itu lagi. Aku
takut Allah mengambil ingatanku akan 1 huruf itu selamanya. Dengan hati yang
penuh rasa takut dan air mata yang takdapat dibendung, kucoba ulangi bacaanku. Beberapakali
kumengulangnya, namun ingatan itu belum juga kembali. Kucoba kuasai diriku
sendiri agar dapat berkonsentrasi untuk dapat mengingat kembali huruf itu. Kucoba
pejamkan mata ini, dengan segenap tenaga aku berusaha untuk mengembalikan
ingatanku. Akhirnya Allah menggerakkan kembali ingatanku dan lisanku kembali melanjutkan
bacaan yang sempat tersendat.
Saat kulupa 1 huruf yang
membuat bacaan Al-Quranku terhenti, aku merasa begitu ketakutan. Hati ini
begitu pedih, rasanya ingin menangisi diri sendiri, diri yang telah lalai
hingga dengan mudahnya melupakan huruf-huruf indah dalam Al-Quran. Aku takut
Allah marah kepadaku. Aku takut Allah takkan mengembalikan ingatanku. Aku takut
Allah takmenyayangiku, aku takut jauh dari Allah.
Kejadian ini menegurku,
mengingatkanku untuk senantiasa memelihara interaksi dengan Al-Quran dan selalu
belajar untuk memperbaiki bacaanku saat membaca surat cinta dari-Nya. Setiap aku
mengingat kejadian ini, aku selalu merasa ketakutan. Ada tangis yang tertahan
dalam rasa takutku itu. aku takingin mengulangnya dan aku takingin jauh dari
Rabb-Ku.
Ya Allah yang maha pemurah
dan maha berkehendak yang dapat membolak-balikkan hati manusia, yang dapat
mengambil dan mengembalikan kembali ingatanku akan huruf-huruf indah yang
merangkai surat cinta-Mu. Bantulah hamba untuk dapat senantiasa menjaga
interaksi dengan Al-Quran. Aamiin...
