Tahukah teman-teman apa
yang sedang aku dengarkan di sore ini? Ya, benar. Aku sedang mendengarkan
suara-suara binatang yang ada di sebrang kamar kosanku. Sejak tadi pagi aku memang
sangat terganggu dengan suara-suara itu, padahal biasanya aku takambil pusing
dengan suara mereka, namun kali ini mungkin aku sedang membutuhkan ketenangan
hingga aku takingin diganggu suara mereka. Tahukah teman-teman, hari ini mereka
sangat berisik, kambing yang takhentinya mengembik mulai dari kambing yang
bersuara berat sampai yang bersuara cempreng seperti sedang tercekik (menurut
pengamatanku, kambing yang bersuara cempreng ini adalah anggota baru di kandang
tersebut sehingga tambah ramailah suara mereka,hehee #perhatiannyaa). Suara
bebek yang tak mau kalah mengeluarkan suaranya, kalau yang ini aku tak tahu
persis dan tak dapat memprediksi mereka sebaya atau tidak (heheee...). Nah
suara ketiga yang takkalah ramainya dengan suara kambing dan bebek adalah suara
anak ayam yang terus mencicit (dari suaranya aku bisa membayangkan, sepertinya
jumlahnya lebih dari lima mungkin sepuluh) dan ayam jago pun takmau kalah
dengan suaranya. Dan cobalah bayangkan bagaimana ketika suara-suara itu sedang
bersahutan, dan sama-sama mengeluarkan bunyinya (mungkin seperti ini, mbeekk...nggoook...
citcitcitciiit...kukuruuyk...mbeeeekkk) . Entah, aku tak dapat menilai itu
suara nyanyian alam yang merdu atau yang menjengkelkan. Biasanya aku asik-asik
saja mendengarkan suara mereka yang sedang bersahutan, mereka seperti punya
ritme sendiri, aku membayangkan mereka memiliki satu pemimpin (konduktor) yang
memimpin nyanyian mereka sehingga dengan selaras suara mereka beradu. Aku bayangkan
mereka dengan seksama memperhatikan pemimpin yang mengatur suara mereka kapan kambing
bersuara berat dan suara cempreng harus berbagi waktu mengeluarkan suara, kapan
anak-anak ayam dengan serempak mengeluarkan cicitnya, kapan suara bebek yang
memperlihatkan suara keangkuhannya, dan kapan suara ayam jago yang hendak mengeluarkan
suara ketegasannya. Hingga terciptalah melodi alam yang mungkin aku takdapatkan
di tempat mana pun selain di kosanku ini.
Mungkin suatu saat aku
akan merindukan suara mereka lagi, ketika aku harus meninggalkan tempat ini. Mungkin
suatu saat aku akan membuat cerita tentang mereka sebagai bukti penghargaanku
kepada suara mereka yang telah menemani dan menggangguku... apa ya judul yang
tepat? Mmmm... mungkin “Melodi Satwa” (ah tapi terlalu berbau kebun binatang),
apa ya judul yang lebih bernuansa alam? Nanti deh kalo aku sudah mendapatkan
judul yang tepat untuk ceritaku tentang mereka akan aku post lagi.. (heheeehhee
:D)

0 komentar:
Posting Komentar