CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 24 Juni 2013

Coretan Saat Menunggu Datangnya Magrib


Tahukah teman-teman apa yang sedang aku dengarkan di sore ini? Ya, benar. Aku sedang mendengarkan suara-suara binatang yang ada di sebrang kamar kosanku. Sejak tadi pagi aku memang sangat terganggu dengan suara-suara itu, padahal biasanya aku takambil pusing dengan suara mereka, namun kali ini mungkin aku sedang membutuhkan ketenangan hingga aku takingin diganggu suara mereka. Tahukah teman-teman, hari ini mereka sangat berisik, kambing yang takhentinya mengembik mulai dari kambing yang bersuara berat sampai yang bersuara cempreng seperti sedang tercekik (menurut pengamatanku, kambing yang bersuara cempreng ini adalah anggota baru di kandang tersebut sehingga tambah ramailah suara mereka,hehee #perhatiannyaa). Suara bebek yang tak mau kalah mengeluarkan suaranya, kalau yang ini aku tak tahu persis dan tak dapat memprediksi mereka sebaya atau tidak (heheee...). Nah suara ketiga yang takkalah ramainya dengan suara kambing dan bebek adalah suara anak ayam yang terus mencicit (dari suaranya aku bisa membayangkan, sepertinya jumlahnya lebih dari lima mungkin sepuluh) dan ayam jago pun takmau kalah dengan suaranya. Dan cobalah bayangkan bagaimana ketika suara-suara itu sedang bersahutan, dan sama-sama mengeluarkan bunyinya (mungkin seperti ini, mbeekk...nggoook... citcitcitciiit...kukuruuyk...mbeeeekkk) . Entah, aku tak dapat menilai itu suara nyanyian alam yang merdu atau yang menjengkelkan. Biasanya aku asik-asik saja mendengarkan suara mereka yang sedang bersahutan, mereka seperti punya ritme sendiri, aku membayangkan mereka memiliki satu pemimpin (konduktor) yang memimpin nyanyian mereka sehingga dengan selaras suara mereka beradu. Aku bayangkan mereka dengan seksama memperhatikan pemimpin yang mengatur suara mereka kapan kambing bersuara berat dan suara cempreng harus berbagi waktu mengeluarkan suara, kapan anak-anak ayam dengan serempak mengeluarkan cicitnya, kapan suara bebek yang memperlihatkan suara keangkuhannya, dan kapan suara ayam jago yang hendak mengeluarkan suara ketegasannya. Hingga terciptalah melodi alam yang mungkin aku takdapatkan di tempat mana pun selain di kosanku ini.
Mungkin suatu saat aku akan merindukan suara mereka lagi, ketika aku harus meninggalkan tempat ini. Mungkin suatu saat aku akan membuat cerita tentang mereka sebagai bukti penghargaanku kepada suara mereka yang telah menemani dan menggangguku... apa ya judul yang tepat? Mmmm... mungkin “Melodi Satwa” (ah tapi terlalu berbau kebun binatang), apa ya judul yang lebih bernuansa alam? Nanti deh kalo aku sudah mendapatkan judul yang tepat untuk ceritaku tentang mereka akan aku post lagi.. (heheeehhee :D)

0 komentar:

Posting Komentar