Hitam pekat terkadang mendeteksi
sesuatu yang bururk. Dengan warnanya yang pekat itu takberarti mencerminkan
rasanya.
Setetes kopi dapat mengundang puluhan
bahkan ratusan semut. Dengan manisnyalah ia menjawab misteri hitam
penampilannya.
Rasa manis yang diberikan gula telah mengalahkan pahitnya kopi. Kopi yang
pahit dapat luluh dengan manisnya gula. “hati yang hitam pekat (buruk) dapat
luluh oleh kebaikan”.
Penampilan boleh saja terlihat
begitu menakutkan, tetapi rasa (hatinya) tidak seburuk penampilannya.
Lebih baik bersembunyi dalam
penampilan buruk namun hatinya baik, daripada bersembunyi di balik penampilan yang
baik padahal hatinya buruk.
Becermin dari secangkir kopi
“walau terlihat hitam pekat, namun
manis dirasa”,
“walau terlihat menyebalkan, namun
mempunyai hati yang mulia”.
“Nhaya”

0 komentar:
Posting Komentar