Aku sungguh menyadari akan
kealfaan yang hingga kini kupelihara. Aku menyadari ketika mengerjakan sesuatu
dengan setengah-setengah, hati dan pikiran pun tidak akan pernah menyatu
menjadi suatu kekuatan. Hati dan pikiran ini sungguh menyadari akan kesalahan-kesalahan
yang selama ini kupertahankan dan kuulangi.
Aku menyadari, kini kumasih
pilih-pilih dalam melakukan kebaikan, padahal sudah jelas kebaikan itu perintah
Illahi.
Ketika aku melakukan
kebaikan setengah-setengah, bukankah aku takingin bila Allah memberikan
kebaikan-Nya juga setengah-setengah?
Ketika melakukan suatu
kebaikan pilih-pilih, bukankah aku takingin bila Allah memberikan pertolongan
kepadaku juga pilih-pilih?
Padahal Allah takpernah
setengah-setengah dan pilih-pilih untuk menolong umat-Nya dan memberikan
petunjuk kepada umat-Nya.
Setengah-setengah dan
pilih-pilih perintah Allah seperti menggunakan hijab yang syar’i telah kusadari
hal itu adalah keliru, telah kusadari penampilanku saat ini jauh dari apa yang
diperintahkan Allah. Namun kesadaran itu hingga kini belum mampu mengubah
akhlakku.
Aku malu kepada diriku
sendiri, namun aku lebih malu kepada Allah. Karena Allah telah memberikan
kesadaran kepadaku, namun hingga kini kumasih lalai.
Aku melakukan ini bukan
tanpa sebab, melainkan aku melakukan ini atas dasar aku tidak ingin menutupi
akhlakku dengan pakaian, aku tidak ingin bersembunyi di balik pakaian. Biarlah
orang lain memandang buruk dari luarku, tapi hati dan akhlakku tidak seburuk
penampilanku.
(Temaram Rindu dalam
Naungan Hijab-Nhaya)

0 komentar:
Posting Komentar