CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Rabu, 01 Agustus 2012

Ketika Setengah-setengah dan Pilih-pilih


Aku sungguh menyadari akan kealfaan yang hingga kini kupelihara. Aku menyadari ketika mengerjakan sesuatu dengan setengah-setengah, hati dan pikiran pun tidak akan pernah menyatu menjadi suatu kekuatan. Hati dan pikiran ini sungguh menyadari akan kesalahan-kesalahan yang selama ini kupertahankan dan kuulangi. 
Aku menyadari, kini kumasih pilih-pilih dalam melakukan kebaikan, padahal sudah jelas kebaikan itu perintah Illahi.
Ketika aku melakukan kebaikan setengah-setengah, bukankah aku takingin bila Allah memberikan kebaikan-Nya juga setengah-setengah?
Ketika melakukan suatu kebaikan pilih-pilih, bukankah aku takingin bila Allah memberikan pertolongan kepadaku juga pilih-pilih?
Padahal Allah takpernah setengah-setengah dan pilih-pilih untuk menolong umat-Nya dan memberikan petunjuk kepada umat-Nya.
Setengah-setengah dan pilih-pilih perintah Allah seperti menggunakan hijab yang syar’i telah kusadari hal itu adalah keliru, telah kusadari penampilanku saat ini jauh dari apa yang diperintahkan Allah. Namun kesadaran itu hingga kini belum mampu mengubah akhlakku.
Aku malu kepada diriku sendiri, namun aku lebih malu kepada Allah. Karena Allah telah memberikan kesadaran kepadaku, namun hingga kini kumasih lalai.
Aku melakukan ini bukan tanpa sebab, melainkan aku melakukan ini atas dasar aku tidak ingin menutupi akhlakku dengan pakaian, aku tidak ingin bersembunyi di balik pakaian. Biarlah orang lain memandang buruk dari luarku, tapi hati dan akhlakku tidak seburuk penampilanku.
(Temaram Rindu dalam Naungan Hijab-Nhaya)

0 komentar:

Posting Komentar