CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Rabu, 16 Oktober 2013

Nadzar Adalah Bentuk Syukurku


Mengucapkan syukur (Alhamdulillah) ketika dianugrahi kebaikan ataupun diberikan jalan atas segala keinginan, menurutku itu taksebanding. Maka aku mencari jalan lain yang taksekadar mengucap syukur. Ya, kini aku membiasakan diriku untuk bernadzar ketika aku mempuanyai hajat mengenai sesuatu. Ku tahu hajatku selama ini untuk urusan dunia, namun aku selalu berusaha urusan dunia itu ada di jalan-Nya, jalan kebaikan.

Aku sadar hal itu juga belum sebanding dengan apa yang telah kuterima selama ini, taksebanding dengan segala pertolongan yang telah kuterima, taksebanding dengan kebaikan yang selalu menyertaiku, taksebanding dengan kemudahan yang selalu menemaniku. Allah takpernah meninggalkanku dan juga takpernah lupa denganku. Tapi betapa sombongnya aku, ketika aku melupakan-Nya. Terkadang aku merasa takut ketika menghadapi urusan dunia padahal Allah selalu bersamaku, padahal Allah takpernah meninggalkanku, mengapa aku harus takut?

Terkadang aku merasa bingung, bingung dengan urusan dunia. Kutahu kebingungan itu datangnya dariku, tapi aku selalu terpuruk karenanya. Ketika kebingungan itu datang pasti aku lupa, lupa untuk mengingat-Nya. Begitu sombongnya diriku. Pada akhirnya memang kembali kepada-Nya adalah solusi terbaik, aku selalu meminta pertolongan kepada-Nya untuk menyembuhi penyakit yang telah kutanam sendiri. Ya kutahu, itu bisa dibilang egois. Siapa yang menabur penyakit, siapa yang mengobati.

Kembali lagi kepada bentuk rasa syukurku. Aku taktahu bentuk rasa syukurku dengan bernadzar ini akan diterima atau tidak, namun hanya itu yang bisa kulakukan saat ini. Aku meyakini niatku ini tulus, niatku ini hanya karena-Nya. Walaupun mengucap rasa syukur dan bernadzar takdapat mengimbangi kebaikan-Nya. Namun itulah yang kupelihara saat ini. 

(Nhaya_ mencari jalan lain yang taksekadar mengucap syukur)

0 komentar:

Posting Komentar