CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Selasa, 11 Maret 2014

Ada Tangis Tertahan dalam Rasa Takutku



Terhitung 8 tahun yang lalu, tepat saat aku duduk di bangku SMP. Kala itu, aku merasa begitu sangat ketakutan. Aku takut ingatanku takdikembalikan lagi. Ini bukan kecelakaan yang menyebabkan aku lupa ingatan (amnesia). Ini adalah peristiwa saat aku merasa begitu terlena dengan kehidupan dunia, begitu terlena dengan kesenangan di masa remaja.
Cerita lengkapnya seperti ini. Saat menginjak bangku SMP, kegiatan mengajiku terhenti begitu saja. Entah karena apa, tapi itulah tradisi yang tumbuh di lingkungan tempat tinggalku. Biasanya, anak-anak yang telah menginjak bangku SMP dengan sendirinya akan meninggalkan rutinitas mengaji yang biasa diadakan di masjid-masjid tempatku tinggal. Mungkin karena sudah merasa dewasa  dan tidak memerlukan pendidikan agama di luar sekolah, dengan dalih “sibuk dengan aktivitas di sekolah, hingga takdapat meluangkan waktu untuk mengaji”. Ya, semenjak itulah rutinitas mengajiku terhenti begitu saja.
Saat itu tepat setelah aku melaksanakan solat magrib. Hati ini begitu saja tergerak untuk membaca Al-Quran. Kubuka Al-Quranku yang entah sudah berapa lama teronggok di rak bukuku. Ayat demi ayat kulantunkan, kesejukan dan ketenangan begitu saja mengaliri diriku. Sampai di ayat pertengahan, lidahku kelu. Lidah ini takdapat digerakan. Aku lupa 1 huruf yang merangkaikan huruf lainnya. Hatiku bergetar, pikiranku kalut, air mataku menggenang. Aku takut. Sungguh ketakutan. Aku takut ingatanku takkan kembali lagi, aku takut takdapat mengingat 1 huruf itu lagi. Aku takut Allah mengambil ingatanku akan 1 huruf itu selamanya. Dengan hati yang penuh rasa takut dan air mata yang takdapat dibendung, kucoba ulangi bacaanku. Beberapakali kumengulangnya, namun ingatan itu belum juga kembali. Kucoba kuasai diriku sendiri agar dapat berkonsentrasi untuk dapat mengingat kembali huruf itu. Kucoba pejamkan mata ini, dengan segenap tenaga aku berusaha untuk mengembalikan ingatanku. Akhirnya Allah menggerakkan kembali ingatanku dan lisanku kembali melanjutkan bacaan yang sempat tersendat.
Saat kulupa 1 huruf yang membuat bacaan Al-Quranku terhenti, aku merasa begitu ketakutan. Hati ini begitu pedih, rasanya ingin menangisi diri sendiri, diri yang telah lalai hingga dengan mudahnya melupakan huruf-huruf indah dalam Al-Quran. Aku takut Allah marah kepadaku. Aku takut Allah takkan mengembalikan ingatanku. Aku takut Allah takmenyayangiku, aku takut jauh dari Allah.
Kejadian ini menegurku, mengingatkanku untuk senantiasa memelihara interaksi dengan Al-Quran dan selalu belajar untuk memperbaiki bacaanku saat membaca surat cinta dari-Nya. Setiap aku mengingat kejadian ini, aku selalu merasa ketakutan. Ada tangis yang tertahan dalam rasa takutku itu. aku takingin mengulangnya dan aku takingin jauh dari Rabb-Ku.
Ya Allah yang maha pemurah dan maha berkehendak yang dapat membolak-balikkan hati manusia, yang dapat mengambil dan mengembalikan kembali ingatanku akan huruf-huruf indah yang merangkai surat cinta-Mu. Bantulah hamba untuk dapat senantiasa menjaga interaksi dengan Al-Quran. Aamiin...

0 komentar:

Posting Komentar