Memperhatikan sinar matahari
yang masih terik di sore hari mengingatkanku pada seseorang, seseorang yang
sangat suka dengan suasana sore yang bermandikan panas. Menurutnya panas di
sore hari itu tidak menyengat, panas yang meneduhkan yang paling cocok untuk
jalan-jalan sore karena "sejuknya sore hampir sama seperti sejuknya menjelang pagi".
Panas di sore hari yang
meneduhkan. Meneduhkan hati yang mungkin sedang gundah, meneduhkan hari yang
beranjak malam. Teduh, mungkin karena panas di sore ini akan berganti dengan
malam yang dingin. Sayangnya panas di sore hari selalu terburu-buru untuk
berganti dengan gelap, gelap yang hendak menjemput malam. Panas yang meneduhkan
yang mengantarkan hari untuk dirajai oleh malam, malam yang selalu diselimuti
oleh gelap dan kesunyian.
Panas di sore hari yang meneduhkan,
kala orang-orang duduk melepas lelah setelah seharian beraktivitas, kala
orang-orang hendak melepas kegiatannya, kala orang-orang siap menyambut malam
yang akan memanjakannya untuk melepas lelah di malam hari. Namun ada pula panas
di sore hari yang meneduhkan ini mengantarkan orang-orang yang hendak melakukan
aktivitas di malam hari, melakukan aktivitas di kala kebanyakan orang terlelap
dalam lelahnya, mereka harus terjaga untuk menjalani hidup dan berjumpa dengan
panas di sore hari yang meneduhkan di hari selanjutnya.
Panas di sore hari yang
meneduhkan, meneduhkan hati hingga menemui kedamaian. Sinar yang menerangi sore
seolah takingin beranjak untuk
digantikan malam, namun takada pilihan lain panas sore ini harus terburu-buru
untuk berganti dengan gelapnya malam. Seiring petang yang mulai lahir, semburat
sinar itu perlahan mulai berganti dengan semburat senja yang merona merah yang
taklama lagi akan berganti dengan gelap, gelapnya malam yang sunyi.

0 komentar:
Posting Komentar