CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Minggu, 22 Februari 2015



Tak tahu pada siapa rindu ini hendak kusampaikan. Tak tahu pada siapa rindu ini kan kulabuhkan.
Bila kehalalan cinta belum menemukan dermaganya, belumlah ia mampu melabuhkan rindunya.
Walau badai rindu semakin keras menghimpit, tetap saja ia takkan cepat-cepat berlabuh karena empunya belum menemukan pasangan yang tepat. Ia akan menahan lajunya badai, ia akan menahan derasnya hantaman, ia akan menahan gejolak badai rindu yang mengelabuinya. Ia tahu, rindunya takkan salah berlabuh, rindunya takkan sembarangan berlabuh pada dermaga yang bukan haknya, rindunya takkan berlabuh pada demaga yang takhalal baginya.

Sang rindu akan melindungi kasih yang suci, hingga berjumpa pada kehalalan kasih yang hakiki. Begitu pun sebaliknya, kekuatan kasih suci selalu memberi kekuatan pada kerinduan untuk bersabar menanti waktu indah itu. karena kasih percaya, rindunya akan terobati, rindunya akan bertepi, rindunya akan berlabuh pada dermaganya yang halal.

Pada saat itulah, kasih yang suci pun akan berjumpa dengan pasangannya yang halal. Bukan pada dia yang sekadar angan, bukan pada dia yang menawarkan kebahagiaan semu, bukan pada dia yang hadir sesaat, bukan pada dia yang menjerumuskan, bukan pada dia yang takhalal.

Jangan biarkan bias cinta terpendam menuai rindu dalam bulir-bulir angan takpasti.

Bersabarlah wahai rindu, kau kan mampu menjaga kemurnian kasih dalam naungan kasih-Nya. Bersabarlah rindu, kau kan terpaut dalam kehalalan kasih suci. Semoga kau tiada letih menanti rindumu terikat murni dalam akad nan suci.

Bersabarlah wahai rindu, Kasih suci itu akan berlabuh pada dermaga yang telah Allah rencanakan indah dan tertulis rapi dalam Lauh Mahfudz.

0 komentar:

Posting Komentar