Tak tahu pada siapa
rindu ini hendak kusampaikan. Tak tahu pada siapa rindu ini kan kulabuhkan.
Bila kehalalan
cinta belum menemukan dermaganya, belumlah ia mampu melabuhkan rindunya.
Walau badai rindu
semakin keras menghimpit, tetap saja ia takkan cepat-cepat berlabuh karena
empunya belum menemukan pasangan yang tepat. Ia akan menahan lajunya badai, ia
akan menahan derasnya hantaman, ia akan menahan gejolak badai rindu yang
mengelabuinya. Ia tahu, rindunya takkan salah berlabuh, rindunya takkan sembarangan
berlabuh pada dermaga yang bukan haknya, rindunya takkan berlabuh pada demaga
yang takhalal baginya.
Sang rindu akan
melindungi kasih yang suci, hingga berjumpa pada kehalalan kasih yang hakiki.
Begitu pun sebaliknya, kekuatan kasih suci selalu memberi kekuatan pada
kerinduan untuk bersabar menanti waktu indah itu. karena kasih percaya,
rindunya akan terobati, rindunya akan bertepi, rindunya akan berlabuh pada
dermaganya yang halal.
Pada saat itulah,
kasih yang suci pun akan berjumpa dengan pasangannya yang halal. Bukan pada dia
yang sekadar angan, bukan pada dia yang menawarkan kebahagiaan semu, bukan pada
dia yang hadir sesaat, bukan pada dia yang menjerumuskan, bukan pada dia yang
takhalal.
Jangan biarkan bias
cinta terpendam menuai rindu dalam bulir-bulir angan takpasti.
Bersabarlah wahai
rindu, kau kan mampu menjaga kemurnian kasih dalam naungan kasih-Nya.
Bersabarlah rindu, kau kan terpaut dalam kehalalan kasih suci. Semoga kau tiada
letih menanti rindumu terikat murni dalam akad nan suci.
Bersabarlah wahai
rindu, Kasih suci itu akan berlabuh pada dermaga yang telah Allah rencanakan
indah dan tertulis rapi dalam Lauh Mahfudz.


0 komentar:
Posting Komentar