CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Selasa, 24 Februari 2015

Ya Allah Sabarkanlah Aku Menanti Ketentuan-Mu




Kini, setiap jejak yang kujalani beranjak syahdu dalam perenungan. Setiap langkah takut kuberbuat salah. Setiap keputusan kucoba pikirkan secara matang. Jangan sampai ku menjemput ketentuan Allah dalam keadaan alpa.

Bila semua pertanyaan “mengapa” selalu berputar dalam benakku, bukankah itu adalah bentuk ketidaksetujuanku terhadap suatu keadaan? Aku takut bila pertanyaan itu terus datang, ku takut “mengapa” akan menjadi noda yang mengotori keyakinanku, ku takut “mengapa” akan meluluhlantahkan kesabaranku, ku takut “mengapa” kan terus menggerogoti sisa-sisa semangatku.

Bila “mengapa” terus muncul, maka keluh dalam diri akan semakin kuat mempertanyakan keadaan yang menghimpit. Ku takut jiwa ini lelah menghadapi “mengapa” yang terus mempertanyakan keadaan. Ku takut “mengapa” adalah bentuk diri tidak menerima akan ketentuan yang harus kuhadapi, ku takut “mengapa” adalah bentuk ketidaksabaranku, ku takut mengapa adalah bentuk kekufuran yang menjauhkanku dari syukur. 

Ya Allah jauhkanlah aku dari sifat yang selalu mempertanyakan keadaan, sebelum ku menghadapi sendiri keadaan itu. Jangan biarkan diri ini terkelabui oleh hawa nafsu. Jangan biarkan pikiran ini diracuni dengan sekelompok “mengapa” yang semakin menghimpit. Ya Allah lindungilah pikiranku, lindungilah kesabaranku, lindungilah tingkah lakuku. 

Bila ketentuan indahmu itu harus kujemput dengan peluh, maka kuatkanlah diriku. Bila ketentuan indahmu itu harus kujemput dengan sabar, maka sabarkanlah diriku. Bila ketentuan indahmu itu harus ku jemput dengan semangat, maka jangan lunturkan sisa semangat yang masih bersemayam dalam jiwaku. Bila ketentuan indahmu itu harus kutempuh melalui jalan yang terjal, maka tuntunlah aku untuk melewati terjalnya jalan itu. Bila ketentuan indahmu itu harus kutempuh melalui jalan bagai labirin, maka tunjukanlah dan gerakkanlah langkahku agar aku taktersesat.

Ku yakin Engkau telah merencanakan dengan apik ketentuan indah-Mu itu, tentu dengan begitu aku pun harus menempuhnya dengan cara yang baik. Semua ketentuan, Engkaulah yang Maha Menentukan. Semua ketentuan, Engkaulah yang Maha Menjadikan. Tiadalah daya upayaku tanpa kehendak dan izin dari-Mu.

Tanpa petunjuk-Mu, jalan yang kutempuh pastilah menyesatkan. Ya Allah tunjukkanlah aku jalan terbaik-Mu agar aku dapat berjumpa dengan ketentuan-Mu. Sabarkanlah aku dalam menjemput ketentuan indah-Mu.

0 komentar:

Posting Komentar