Kini, setiap jejak yang
kujalani beranjak syahdu dalam perenungan. Setiap langkah takut kuberbuat
salah. Setiap keputusan kucoba pikirkan secara matang. Jangan sampai ku
menjemput ketentuan Allah dalam keadaan alpa.
Bila semua pertanyaan
“mengapa” selalu berputar dalam benakku, bukankah itu adalah bentuk
ketidaksetujuanku terhadap suatu keadaan? Aku takut bila pertanyaan itu terus
datang, ku takut “mengapa” akan menjadi noda yang mengotori keyakinanku, ku
takut “mengapa” akan meluluhlantahkan kesabaranku, ku takut “mengapa” kan terus
menggerogoti sisa-sisa semangatku.
Bila “mengapa” terus
muncul, maka keluh dalam diri akan semakin kuat mempertanyakan keadaan yang
menghimpit. Ku takut jiwa ini lelah menghadapi “mengapa” yang terus
mempertanyakan keadaan. Ku takut “mengapa” adalah bentuk diri tidak menerima
akan ketentuan yang harus kuhadapi, ku takut “mengapa” adalah bentuk
ketidaksabaranku, ku takut mengapa adalah bentuk kekufuran yang menjauhkanku
dari syukur.
Ya Allah jauhkanlah aku
dari sifat yang selalu mempertanyakan keadaan, sebelum ku menghadapi sendiri
keadaan itu. Jangan biarkan diri ini terkelabui oleh hawa nafsu. Jangan biarkan
pikiran ini diracuni dengan sekelompok “mengapa” yang semakin menghimpit. Ya
Allah lindungilah pikiranku, lindungilah kesabaranku, lindungilah tingkah
lakuku.
Bila ketentuan indahmu
itu harus kujemput dengan peluh, maka kuatkanlah diriku. Bila ketentuan indahmu
itu harus kujemput dengan sabar, maka sabarkanlah diriku. Bila ketentuan
indahmu itu harus ku jemput dengan semangat, maka jangan lunturkan sisa
semangat yang masih bersemayam dalam jiwaku. Bila ketentuan indahmu itu harus
kutempuh melalui jalan yang terjal, maka tuntunlah aku untuk melewati terjalnya
jalan itu. Bila ketentuan indahmu itu harus kutempuh melalui jalan bagai
labirin, maka tunjukanlah dan gerakkanlah langkahku agar aku taktersesat.
Ku yakin Engkau telah
merencanakan dengan apik ketentuan indah-Mu itu, tentu dengan begitu aku pun
harus menempuhnya dengan cara yang baik. Semua ketentuan, Engkaulah yang Maha
Menentukan. Semua ketentuan, Engkaulah yang Maha Menjadikan. Tiadalah daya
upayaku tanpa kehendak dan izin dari-Mu.


0 komentar:
Posting Komentar