Semua rasa, semua daya,
semua tanggapan ternyata berakhir dengan kesimpulan nol besar. Ya kesimpulan
itu benar adanya setelah semua kenyataan yang ada di depan mata terpampang
dengan jelas. Aku salah menangkap semua sinyal yang kudapat. Aku mungkin
terlalu dini untuk menyimpulkan itu semua, hingga kecewa pun takdapat
dipungkiri lagi, aku salah.
Ketika kebahagiaan itu kurasa mulai datang ternyata itu
semua hanya kebahagiaan semu, hanya kebahagiaan sementara, hanya kebahagiaan
yang berlabuh pada harapan semu, harapan yang hanya akan terbias pada
mimpi-mimpi yang takakan pernah terwujud.
Waktukah yang salah? Sepertinya menyalahkan waktu tak
pantas karena semua ini memang kesalahanku yang terlalu memendam semua perasaan
ini. Tapi... ku kira semua salah, kesimpulan yang sempurna. Ini belum waktunya
aku merasakan bahagia dan nyaman dengan adanya seorang pria yang berusaha masuk
dalam kehidupanku, seorang pria yang berusaha masuk dalam kehidupan hatiku. Aku
bersyukur mendapat kesimpulan nol besar ini, karena dengan ini aku tidak salah
melangkah, aku masih dapat memegang kendali kehidupan cintaku, aku masih bisa
memegang erat prinsipku selama ini.
Mungkin kesimpulan nol besar ini berujung pada suatu
titik kebahagiaan yang maha pasti karena aku tidak terjebak dengan gelapnya
kehidupan cinta, walaupun tak dapat dipungkiri kesimpulan nol besar ini membuat
hatiku begitu pedih, membuatku sedih, namun aku yakin kesimpulan nol besar ini
akan membawaku pada kebahagiaan yakni kesimpulan yang hakiki.
(Nhaya_catatan lama)


0 komentar:
Posting Komentar