CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Selasa, 19 Maret 2013

Mimpi Dipenghujung Jalan


“Awalnya aku takut untuk bermimpi, mimpi yang tidak akan pernah tercapai, mimpi yang hanya akan menjadi angan-angan belaka, mimpi yang hanya akan menjadi bias-bias harapan yang semu. Tapi kini aku menggenggam erat prinsip kehidupan dari pahlawan kehidupan yang telah menghidupiku selama ini yaitu ayahku, satu prinsip yang maha tangguh “apabila kita bersungguh-sungguh kelak keinginan itu akan tercapai” ya, karena prinsip itu aku tak kenal lelah dan tak putus asa untuk meraih mimpiku.”
Perjuangan ini merupakan perjuangannya di penghujung jalan, di penghujung semangatnya yang hampir sirna, sirna oleh keberadaan yang tak pernah bisa mendukung dan memberi harapan. Namun kenyataan telah berkata lain, ia memiliki peluang dan kesempatan yang teramat besar, ia bisa mendapat kesempatan untuk meraih mimpinya...
Mimpi itu telah menjadi nyata, mimpi itu berangsur berubah menjadi sebuah kepastian yang tanpa ilusi dalam dirinya. Akhirnya mimpi itu terwujud, mimpi itu mengalun indah pada sebuah kepastian, mengalun bersama harapan yang besar, harapan untuk dapat selalu menjadi yang terbaik. Ya targetnya tercapai, kini saatnya ia menulis kembali target-target untuk masa depannya. Ia taktakut lagi untuk bermimpi, ia taktakut lagi untuk berjuang mencapai mimpi itu walaupun perjuangan itu telah sampai di penghujung jalan sekali pun. Karena ia sadar di balik kesulitan pasti ada jalan keluar dan selama mimpi dia baik, ia yakin akan mencapai mimpi itu dan ia akan menemukan jalan atas semua mimpi-mimpinya.
Bersama mimpi itu, aku bangkit. Bangkit bersama mimpiku, mimpi yang taksekedar halusinasi belaka, namun mimpi yang mampu melahirkan jati diri, mampu melahirkan energi. Bermimpi saja takcukup bila takada perjuangan.
Mimpi ini bukan sekedar mimpi.
Mimpi ini  bukan bunga tidur yang menghiasi bawah sadar ketika malam.
Namun, mimpi ini adalah mimpi dengan kesadaran mimpi yang berbuah harapan dan perjuangan.
(Ringkasan cerita “Mimpi di Penghujung Jalan” karya Nhaya)

0 komentar:

Posting Komentar