CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sabtu, 04 April 2015

Hidup dalam Pusaran Tanya



Takdapat dipungkiri, setiap fase kehidupan selalu dihadapkan dengan berbagai pertanyaan. Pertanyaan yang satu menghendaki pertanyaan selanjutnya. Gertakan pertanyaan itu terus berusaha merobohkan keyakinan atau sebaliknya gertakan pertanyaan itu terus melahirkan semangat baru.

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)." (Al Imran:14)

Pertanyaan-pertanyaan yang hadir terus berkutat pada pencapaian dunia. Seakan hanya itulah tujuan hidup "terus mengejar ketidakabadian". Terkadang pertanyaan itu hadir seolah hendak menggugurkan rasa syukur atas apa yang telah dimiliki. Selalu mempertanyakan ketiadaan tanpa mengindahkan suatu keberadaan. Keberadaan akan pencapaian hidup yang telah dimiliki takdiindahkan, karena menghendaki ketiadaan yang ingin dimiliki.

Saat sekolah, kita selalu dikejar dengan pertanyaan, "kapan lulus?", "akan kemana setelah lulus?"
Setelah lulus, "hendak jadi apa kau setelah lulus?"
Setelah mencapai keberhasilan, "kapan kau memiliki pendamping hidup?"
Setelah memiliki pendamping, "kapan kau memiliki anak?", "kapan kau menambah keturunan?", dan seterusnya. 

Pertanyaan yang satu akan megundang pertanyaan selanjutnya. Namun, sangat disayangkan mengapa takmuncul pertanyaan "kapan kau mati?" Sebuah pertanyaan mengenai kesiapan untuk menghadapi & memulai kehidupan sebenarnya.

"Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak sebenarnya mereka tidak sadar." (Al Mu'minun:55-56)

Mungkin tidak sedikit dari kita yang selalu mengira segala pencapaian hidup di dunia ini adalah sebuah kebahagiaan yang harus terus dikejar. Hingga banyak yang  terperdaya dengan kebahagiaan yang sementara dan taksedikit orang yang rela meninggalkan kewajiban (ibadah) hanya untuk mengejar kesenangan tersebut. Padahal bisa jadi kebahagiaan itu adalah kebahagiaan yang memperdayakan. Bisa jadi kebahagiaan itu hadir sebagai ujian, menguji sejauh mana kita bersyukur kepada Allah. Bisa jadi kebahagiaan itu hadir sebagai ujian, menguji sejauh mana kita berpaling kepada Allah karena kebahagiaan sementara.

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar."(Al Baqarah: 155)

Pusaran pertanyaan akan selalu hadir dalam hidup. Ketika pusaran tanya itu menghadirimu, bersiaplah untuk memilih. Memilih sikap terbaik untuk menghadapinya. Ketika tanya datang, akan kau hadapi dengan sikap dewasa atau malah sikap kekanak-kanakanlah yang kau pilih?
Ketika tanya datang, akan kau jadikan ia kekuatan atau kelemahan?
Ketika tanya datang, akan kau sanggupi untuk menjawab pertanyaan itu atau akan kau biarkan pertanyaan itu berlalu?
Ketika tanya datang, kan kau sibukan dirimu dengan usaha atau akan kau tenggelamkan dirimu dalam pikir?
Banyak pilihan untuk menghadapi pusaran tanya, karena pusaran itu takselamanya akan menyelakaimu, pusaran itu takselamanya akan menenggelamkanmu. Pusaran itu bisa jadi akan membawamu pada titik pusat keyakinan, pusaran itu bisa jadi menghendaki usaha indahmu untuk mencapai kebahagiaan abadi. 

0 komentar:

Posting Komentar