CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sabtu, 11 April 2015

Rintik hujan saling berkejaran menyapa panas hari ini, hingga kesejukan yang ia bawa meluluhkan panas yang sudah teramat merajai. Dengan rintiknya yang halus, ia tebarkan kesejukan dengan sabar. Menggantikan panas yang telah merajai, menebar pundi-pundi kesejukan, meluluhkan gersang, dan menyuburkan kembali tanah yang hampir usang.

Tanah gersang begitu merindukan datangnya rintik hujan, pun merindukan angin penyerta hujan yang yang akan menaburkan bau tanah.
Rintik hujan turun, menyapa angin di sepanjang jalan yang membawanya hingga bertemu dengan panas. Meminta panas untuk bisa berganti dengannya beberapa saat dan menyampaikan pesan kehidupan kepada tanah. Panas pun mengalah untuk berganti dengan rintik yang menyejukkan. Rintik yang sering dirindui penat yang membakar.

Namun terkadang panas enggan mengalah. Rintik hujan pun menyerah, kering sebelum sampai ke bumi. Rintik yang telah menggantung pun urung jatuh ke permukaan, karena ia mengerti panas yang hendak menyelimuti bumi dengan kehangatannya.

Satu lagi sahabat setia penyerta hujan. Ia adalah mendung, mendung yang selalu membawa kabar gembira untuk bumi akan datangnya rintik yang menyejukkan.


0 komentar:

Posting Komentar