CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Jumat, 03 April 2015

Menikmati Kedekatan dengan-Nya



Sebelumnya takpernah kumerasa setenang ini,
Sebelumnya takpernah kumerasa senyaman ini,
Sebelumnya takpernah kumerasa sekuat ini.

"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku." (Al Baqarah:152)

Alhamdulillah...
Semakin kumendekat,ketenangan itu menyeruak semakin dalam.
Semakin kumendekat, kenyamanan itu semakin memanjakanku.
Semakin kumendekat, kekuatan perlahan hadir semakin menguatkan keyakinanku.

Kurang baik apa lagi? Bila segala pinta yang belum terucap saja langsung dijawab, bagaimana dengan pinta yang terus-menerus terucap dalam doa? Allah Maha tahu, kelemahan pengetahuanlah yang selalu membuat diriku sok tahu. Lebih mendahulukan prasangka buruk, ketimbang memperbanyak prasangka baik. Ya, itulah aku.

"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (Al Baqarah:186)

Ketika aku menghadapi suatu permasalahan hidup, aku selalu saja melupakan banyaknya kenikmatan yang telah kuteguk. Ya itulah kesalahan terbesarku,  karena secara tidak sadar aku telah memupuk kekufuran dan menjauhkan diri dari rasa syukur. 
Setelah aku menyadari kesalahanku, aku berusaha mendekati-Nya. Aku takmau sesalku semakin dalam, aku takmau sesalku semakin menjadi. Ya, aku harus bersyukur karena Allahlah yang menggerakkan ini semua. Allah yang menggerakan kesadaranku. 

Aku belajar dan berusaha membenahi diri, memperkuat yang wajib dan memulai yang sunah. Subhanallah, memang hanya kedekatan dengan-Nyalah yang mampu menenangkan jiwa. Ketika masalah datang mengujiku, aku belajar menguraikan masalahku itu kepada Allah. Walau dengan bahasa yang kacau, aku tetap menguraikan ceritaku. Subhanallah, Allah selalu menjawab dan memberi solusi dari masalahku itu dengan cara yang indah.

Aku pernah dibebankan dengan masalah rejeki. Aku mempertanyakan rejeki yang belum juga mendatangiku, padahal aku merasa telah mengerahkan berbagai cara untuk menjemputnya. Aku uraikan segala kekhawatiran dalam diriku kepada Allah dan setelah itu kumencoba mencari ketenangan dengan membaca Al Quran. 
Setelah kubaca beberapa ayat, ketenangan menyeruak masuk ke dalam jiwaku. Tidak sampai di situ, tiba-tiba aku tergerak untuk membaca terjemahan ayat yang telah kubaca. Subhanallah, baru saja aku mencurahkan segala gundah kepada Allah, Allah langsung menjawabnya. Allah membimbingku untuk menghapus segala kegundahanku. Ayat pertama yang membuat hatiku bergetar:

"Dia memberi rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (At-Talaq: 3)

Ya Allah aku telah menghawatirkan apa yang telah kau jamin. Ya Allah selama ini aku salah, selama ini aku telah menggantungkan harapku kepada perusahaan ini dan itu dalam menjemput rejeki, padahal seharusnya aku hanya menggantungkan harap itu kepada-Mu, karena Engkaulah yang Maha Memiliki, Engkaulah yang Maha Pemberi.

"Sungguh, Tuhanmu melapangkan rejeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang dia kehendaki), sungguh Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat hamba-hamba-Nya."(Al Isra: 30)

Ayat demi ayat yang kubaca semakin membuat penyesalanku menjadi. Ya Allah ampunilah aku, karena aku telah meragukan janji-Mu. Padahal janji Allah pasti benar dan Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Jadi mengapa aku harus bersedih hati dan khawatir dengan janji-Nya?

Kesadaranku mulai tersusun, lubang-lubang kekhawatiran mulai tertutup. Aku harus meneruskan usahaku dan aku tidak boleh gentar hanya karena kekhawatiran yang melenakan. Karena bukankah apa yang kita usahakan itu akan berbanding lurus dengan apa yang akan kita dapatkan? Jadi kalau mau dapat yang lebih, ya usaha pun harus lebih keras. 

"Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya."(An-Najm: 39)

Allah yang Maha Menggerakkan, Allah telah menggerakan langkahku hingga aku mendapat jawaban langsung dari-Nya. Ya, ini adalah sebuah komunikasi yang maha Indah.

Tiap kali kuterjatuh, Allah selalu membimbingku mendekat. Ini adalah cara Allah memanggilku.
Tiap kali kumerasa tersungkur, Allah selalu membangkitkanku. Ini adalah bukti kasih sayang-Nya.
Tiap kali kuterhimpit berbagai coba, Allah selalu memberikan pertolongan sebelum kumeminta. Ini adalah bukti kekuasaan-Nya.

"Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri."(At Tur:48)

Kini, kubelajar selalu mendekat pada-Nya, menikmati kebersamaan dengan-Nya, dan menantikan setiap jawaban indah yang diberikan-Nya. 

"Ketahuilah bahwa hanya dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang." (Ar-Ra'd:28)

Ya Allah yang Maha membolak-balikkan hati, janganlah kau palingkan hati ini kepada selain Engkau.
Ya Allah yang Maha penggenggam hati, jangan biarkan hati ini berharap kepada selain Engkau.
Ya Allah yang Maha Menguasai hati, jangan Kau cabut kembali ketenangan yang saat ini kurasa.
Ya Allah yang Maha pemilik hati, tautkanlah hatiku hanya kepada-Mu.

0 komentar:

Posting Komentar