CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Rabu, 24 Juni 2015

Inilah Awalnya Kumemutuskan Tidak Pacaran


Berawal dari pemikiran semasa SMP “indahnya bila rasa itu satu, indahnya bila rasa itu suci”. Saat itu, aku taktahu bila dalam Islam tidak ada pacaran, aku taktahu bila pacaran itu sangat dilarang, karena pacaran merupakan perbuatan mendekati zina. Ya, aku hanya mengikuti pemikiranku.

Pemikiran itu melahirkan keinginan untuk memelihara rasa hingga pada akhirnya rasa itu halal untuk disampaikan. Sebuah keinginan untuk mendapatkan cinta pertama sekaligus cinta terakhir (seperti lagu saja, Kaulah cinta pertama dan terakhirku.... lalalalaa, hehehe)

Semasa SMP bisa jadi adalah masa percobaan, di mana para remaja termasuk aku (dulu) sedang mengalami masa puber dan memiliki keinginan untuk ikut-ikut dengan apa yang sedang ngetrend pada masanya. Tentu pacaran pun menjadi bahan paling ngetrend yang banyak digandrungi remaja. Banyak di antara remaja memiliki pemikiran “bila takpunya pacar ia ketinggalan zaman”. Banyak di antara mereka yang mengagung-agungkan soal pacaran, mereka bangga dengan sosok yang ada di samping mereka yang menjelma sebagai "pasangan kekasih". Mereka merasa seolah kebahagiaan selalu menyertai mereka dalam pacaran, padahal di sisi lain banyak pula remaja yang merasa terpuruk karena pacaran.

Takbisa dipungkiri bila hati ini pun beberapa kali diaduk-aduk oleh perasaan sendiri, berkali-kali hati ini disinggahi perasaan yang hendak mengelabui niatku untuk tersungkur bersama kuatnya hawa nafsu. Pun aku harus berkali-kali menahan diri agar taktersungkur. Bila perasaan itu hadir, aku cepat-cepat menepisnya agar taktersungkur lebih dalam. Aku berusaha menutup mata dari penglihatan indahnya (mungkin) menyampaikan rasa di masa remaja, aku berusaha menutup telinga dari pendengaran rayuan untuk menjerumuskanku dalam jebakan dunia pacaran.

Aku berusaha membentengi diriku sekuat tenaga. Ya, aku berusaha menguatkan tekadku walau tanpa ilmu. Seiring berjalannya waktu, aku pun mengerti mengapa Islam mengatur pergaulan di antara lawan jenis. Perlahan aku mengerti mengapa ada batasan interaksi di antara lawan jenis, “adanya sebuah larangan tentunya hadir untuk memelihara diri dari perbuatan dosa”.

Mengapa ada perintah menjaga pandangan di antara lawan jenis? Ya, karena hawa nafsu dapat bermula dari pandangan. Hingga dalam islam dikenal dengan Gadhal Bashor ‘menundukkan pandangan’ di antara lawan jenis. Subhanallah, sebuah ilmu yang menggambarkan kehormatan.

Mengapa ada larangan untuk berikhtilat (berdua-duaan)? Ya, karena Allah ingin memelihara hamba-Nya dari perbuatan zina. Zina lahir dari sebuah kesempatan, tentu kesempatan itu lebih terbuka ketika dua insan (pria & wanita) berduaan dalam sepi.

Mengapa kita dianjurkan menjemput jodoh dengan terus memperbaiki diri tanpa harus mengumbar rasa? Ya, karena Allah telah menyiapkan seseorang yang terbaik untuk kita, dan tentunya dia yang baik harus disandingkan dengan yang baik. Untuk itu cara terbaik untuk menjemput jodoh adalah dengan memantaskan diri (terus memperbaiki diri). Saat waktunya nanti, dengan cara yang baik dan dalam waktu yang baik Allah akan mengirimkan dia yang tepat dan baik untuk kita.

Seiring berjalannya waktu perlahan pemahaman itu semakin menguatkan niatku untuk memelihara rasa, hingga rasa bertaut dengan kehalalan cinta yang hakiki. Bila nanti aku khilaf dan tidak memegang ucapanku, tolong tegur aku ya Allah, tegur aku dengan cara indah-Mu.

Ya, pemikiranku yang tanpa ilmu itu telah kurasakan kebaikannya saat ini. Saat-saat menahan nafsu untuk tergoda pacaran, kini menjadi pelajaran berharga bagaimana aku harus mengontrol keinginan dari dalam diriku. Saat-saat aku belajar membatasi pergaulan antarlawan jenis, kini pengalaman itu menjadi salah satu caraku menghormati diri.

Salah satu resep untuk dapat mengontrol diri dari keinginan memiliki seorang kekasih yang takhalal adalah selalu berpegang teguh pada firman Allah:

"Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)." (Q.S. An Nur: 27)

Jadi apa yang harus diragukan lagi? Bukankah itu janji Allah? Jangan khawatir! Allah takpernah menyalahi janji, Allah takpernah ingkar janji.

Pegang teguh firman Allah tersebut, jadikan ia pegangan & pedoman untuk menjemput jodoh. Hidup adalah pilihan, pun dalam memilih pasangan. Jadi kalo mau pilih yang baik, mulailah untuk memperbaiki diri sendiri, maka yang baik pun akan datang menghampiri. Sebaliknya, bila kau pilih yang buruk, ya kau tahu sendiri jawabannya!hehe :D

0 komentar:

Posting Komentar