Kuberusaha membangun pengertian keluargaku mengenai penjemputanku akan jodoh. Walaupun aku sendiri belum begitu mengusai ilmunya, tapi yang kutahu caraku ini baik dan Insya Allah, Allah meridhainya.
Kucoba bangun satu persatu pengertian keluargaku, aku coba uraikan kepada mereka apa alasanku mengambil jalan ini. Aku hanya menjelaskan kepada mereka bahwa aku hanya ingin berusaha berjalan sesuai dengan jalan yang Allah ridhai. Aku belajar untuk mengurangi aktivitas yang Allah benci (larang), dan tentunya aku pun berusaha untuk mendekatkan diri pada aktivitas-aktivitas yang Allah ridhai.
Di tengah pemikiran keluargaku yang sepertinya sudah terpengaruh dengan budaya sekitar, aku berusaha terus untuk membangun pengertian mereka mengenai permasalahan menjemput jodoh. Alhamdulillah perlahan mereka mengerti dengan keinginanku walaupun badai pengertian keliru selalu menggoyahkan.
Aku seperti ini bukan berarti aku baik, tapi aku ingin menjadi baik.
Aku seperti ini bukan berarti aku baik, tapi aku belajar untuk menjadi baik.
Aku seperti ini bukan berarti aku baik, tapi aku berusaha melakukan yang terbaik.


0 komentar:
Posting Komentar