Angan selalu menawarkan kebahagiaan, melambai lembut memanggil polah, mengelabui nafsu hingga terperdaya.
Berjalan menelusuri riak ilusi tiada pasti, berlari mengejar angan semu, tertatih melawan nyata, terburu-buru jadi jalan pintas.
Semu terasa karna belumlah nyata, angan memberondong bahagia nan menggoda, batas antara bahagia dan terperdaya tiada kentara.
Angan mengelabui pikir, mengumbar harap, membangun khayal, hingga menyiksa hati.
Lelah, kini aku tertatih dalam angan.
_Nhaya Lianna_


0 komentar:
Posting Komentar