CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Jumat, 26 Juni 2015

Ketika Tangisku Disalahartikan

Aku memang orang yang cepat sekali menangis. Tangisku datang terlebih saat perasaanku diaduk-aduk. Entah karna suasana yang begitu menyayat hati atau suasana yang terlampau membahagiakan. Namun, suatu kali tangisku disalahartikan orang. Ada yang mengira tangisku menyimpan rasa yang lain.
Ceritanya seperti ini: Suatu hari ada temanku yang sakit, saat aku melihat keadaannya yang begitu mengkhawatirkan, air mataku begitu saja keluar membasahi pipi. Seingatku bukan aku saja yang menangis, namun beberapa temanku juga menangis. Entahlah mengapa praduga itu hanya datang kepadaku.
Hingga suatu waktu, tepatnya setelah ia kembali sembuh, ia datang hendak mengutarakan rasa yang ia yakini. Seketika aku terkejut dengan kedatangannya. Namun setelah kutelisik dari teman-temanku, aku mengerti ternyata keberaniannya itu hadir karna tangisku waktu itu, tangisku yang ia kira menyimpan sebuah rasa, tangisku yang ia anggap sebagai rasa yang lain. Ya tangisku telah disalahartikan.
Sepertinya cukup bijak, bila kini aku harus lebih berhati-hati & bisa mengintrol emosiku, terlebih untuk menjaga hati agar takada hati yang tersakiti karna salah mengartikan sikapku.

0 komentar:

Posting Komentar