Hati, bagian kecil yang amat berperan
besar dalam perjalanan hidup. Hati, bagian kecil yang amat perasa namun
terkadang takdapat merasa.
Renunganku akan hati. Aku merasa
nyaman dengan hatiku saat ini, hati yang tidak terisi dengan nafsu dunia. Hati yang
hanya ingin diisi oleh perasaan senang ketika merasa dekat dengan Allah.
Aku takmerasa rugi dengan keadaan
hatiku saat ini. Aku bersyukur, aku taktertarik mengurusi hati yang hanya
terisi akan nafsu yang terus mengejar nafsu dunia. Aku takingin bilik hatiku
terkotori hanya karena ilusi kosong akan rasa yang tak terpelihara. Rasa yang
selalu diisi oleh ilusi kosong yang menyayat hati. Ilusi yang memakan waktu
hingga sia-sia, ilusi yang rentan akan kecewa. Bukankah sia-sia bila hidup ini
hanya diisi oleh ilusi-ilusi yang terus bertebaran dalam angan?
Kini rasaku masih sama, rasa yang
masih terpelihara dengan aman, walaupun takdapat kupungkiri ada rasa yang
pernah berkunjung dalam hatiku. Namun lagi-lagi itu hanya nafsu, lagi-lagi itu
hanya nafsu yang berusaha menawarkan kebahagiaan sesaat.
Terima kasi ya Allah, karena Engkau
selalu menyadarkanku sebelum semua berjalan terlalu jauh, sebelum nafsu itu
menutup rapat pintu hatiku, sebelum hati tak dapat lagi menemukan cahaya.
Aku putuskan untuk senantiasa menjaga
hati dan memelihara rasaku. Hingga aku menemukan pasangan yang tepat untuk
hatiku dan untuk siapa rasaku tercurah.
Kamu. Kamu yang telah Allah pilihkan
untukku. Kamu yang akan menjadi pemilik hati ini. kamu yang kelak akan menjadi
imam dalam hidupku. Kamu. Kamu yang akan senantiasa menuntunku untuk selalu
bersama dijalan-Nya.
Aku menantimu dalam waktu yang baik,
aku menantimu di tempat yang baik. Semoga Allah mempertemukan kita dengan cara
yang baik. :)
Nhaya_Tentang Rasa

0 komentar:
Posting Komentar