Tiga kata yang selalu
terucap dalam hidup ini. Baik terucap dengan sadar ataupun tidak, namun
kebanyakan kata-kata itu terucap begitu saja, terucap tanpa disadari. Bukankah kata-kata
itu selalu berkolerasi dengan putus asa? Bukankah dengan kata itu, ada sebersit
rasa tak dapat menerima akan apa yang telah terjadi?
Mengandai-andaikan sesuatu
yang mustahil, karena waktu terus berjalan. Mengandai-andaikan waktu yang telah
berlalu, hanya menimbun penyesalan akan perbuatan yang telah terjadi. Bukankah hidup
itu dengan masa kini dan masa yang kan datang bukan dengan masa lalu? Bukankah masa yang akan datang lebih pasti
ketimbang masa yang telah lalu?
Seandainya..., coba...,
kalau..., semua kata itu bergulir dengan mudah tanpa terpikirkan sebelumnya
untuk apa kata itu terucap, bila takdapat mengubah kejadian yang menjadi kecewa
di masa lalu?
Bukankah Itu adalah salah
satu bentuk tidak menerima, salah satu bentuk tidak bersyukur dengan apa yang
telah terjadi? Coba pikirkan, pasti dalam setiap kejadian seburuk apa pun itu, pasti
akan mendatangkan manfaat dan pelajaran berharga untuk kedepannya. Bukankah semua
kejadian tidak selalu berjalan sebagaimana yang kita inginkan?
“Kecewa
itu biasa, bahagia itu pasti.”
Mungkin sebaiknya selalu
percaya apa yang sudah terjadi akan mendatangkan kebahagiaan dan manfaat yang
pasti. Buang jauh-jauh apa yang telah menjadi kecewa, peliharalah dan simpanlah
dengan baik setiap bulir-bulir manfaat dari setiap kejadian yang mengecewakan.
Nhaya_Sebuah Renungan

0 komentar:
Posting Komentar