CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sabtu, 13 April 2013

Seandainya..., Coba..., kalau...


Tiga kata yang selalu terucap dalam hidup ini. Baik terucap dengan sadar ataupun tidak, namun kebanyakan kata-kata itu terucap begitu saja, terucap tanpa disadari. Bukankah kata-kata itu selalu berkolerasi dengan putus asa? Bukankah dengan kata itu, ada sebersit rasa tak dapat menerima akan apa yang telah terjadi?
Mengandai-andaikan sesuatu yang mustahil, karena waktu terus berjalan. Mengandai-andaikan waktu yang telah berlalu, hanya menimbun penyesalan akan perbuatan yang telah terjadi. Bukankah hidup itu dengan masa kini dan masa yang kan datang bukan dengan masa lalu?  Bukankah masa yang akan datang lebih pasti ketimbang masa yang telah lalu?
Seandainya..., coba..., kalau..., semua kata itu bergulir dengan mudah tanpa terpikirkan sebelumnya untuk apa kata itu terucap, bila takdapat mengubah kejadian yang menjadi kecewa di masa lalu?
Bukankah Itu adalah salah satu bentuk tidak menerima, salah satu bentuk tidak bersyukur dengan apa yang telah terjadi? Coba pikirkan, pasti dalam setiap kejadian seburuk apa pun itu, pasti akan mendatangkan manfaat dan pelajaran berharga untuk kedepannya. Bukankah semua kejadian tidak selalu berjalan sebagaimana yang kita inginkan?   
“Kecewa itu biasa, bahagia itu pasti.”
Mungkin sebaiknya selalu percaya apa yang sudah terjadi akan mendatangkan kebahagiaan dan manfaat yang pasti. Buang jauh-jauh apa yang telah menjadi kecewa, peliharalah dan simpanlah dengan baik setiap bulir-bulir manfaat dari setiap kejadian yang mengecewakan.

Nhaya_Sebuah Renungan

0 komentar:

Posting Komentar