CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Jumat, 10 Mei 2013

Dialog Hati dan Pikir


Suatu ketika aku akan melakukan keburukan, ketika aku hendak lalai dalam menjalankan kewajibanku. Ini adalah kejadian nyata di saat aku mendengar adzan Dzuhur, lantas bukannya aku segera berwudhu dan solat, namun ketika itu aku lebih memilih untuk terlelap dalam tidur.
Ketika lelap yang kupilih, hati dan pikiran mulai berdialog. Hatiku berkata bukankah satu detik, satu menit, satu jam, satu tahun, dst akan segera kau alami? Bukankah masa pertanggungjawaban pun akan kau alami? Bukankah ketika masa pertanggungjawaban itu datang kau dalam keadaan sendiri? Waktu itu pasti. Pasti kau alami. Cepat atau lambatmasa itu akan kau hadapi. Sampai kapan kau mengejar dunia? Sampai kapan hanya kebahagiaan dunia yang kau cari? Kau bahagia tapi di sisi lain kau melupakan kewajibanmu, bukankah itu hal yang sia-sia? Bukankah itu berarti tertawa bahagia di atas pertanggungjawaban yang akan dihadapi? Bukankah hidup di dunia ini hanya masa persinggahan sebelum menghadapi kehidupan abadi? Mungkin sekarang kau bisa tertawa bersama, bahagia bersama, namun harus selalu kau ingat “kelalaianmu akan kau pertanggungjawabkan sendiri”. Tidakkah kau takut? Masihkah kau hendak melakukan kelalaian yang sama? hidupmu di dunia bukan untuk selamanya, kehidupanmu yang kedua kelak itu adalah kehidupanmu yang sebenarnya.  
Pikiranku tak dapat lagi mengelak, ketika itu pun aku menggigil ketakutan. Aku takut hatiku tertutup oleh keburukan hingga takdapat lagi memberi arah. Aku takut kelalaian akan mendominasi hidupku. Aku takut ketika membuat kelalaian, aku akan merasakan itu hal yang biasa. Aku takut melakukan kelalaian hingga menumpuk.
Ketika pikiranku menyerah, aku pun segera melaksanakan kewajibanku. Dan aku pun tak memilih lelap di siang itu. terima kasih hatiku yang telah memberikan pemahaman untuk hidup lebih baik dan tak membiarkan kelalaian terus memanjakanku.

0 komentar:

Posting Komentar