Aku merasa telah menjadi
teman yang gagal karena aku tak dapat mengingatkan akan kebaikan apalagi
mengajak kebaikan. Aku memang telah menjadi teman yang gagal karena takdapat
menyadarkan temannya ketika ia sedang khilaf, aku memang teman yang gagal yang
tak bisa mengajak teman untuk sama-sama belajar memperbaiki diri. Aku memang
teman yang gagal yang takdapat melarang temannya untuk tidak melakukan perbuatan yang menyalahi
aturan. Seolah aku hanya ingin memperbaiki diriku sendiri, padahal hati ini
selalu mengingatkan untuk mengajak sahabat-sahabat bersama memperbaiki diri.
Aku memang teman yang gagal karena ucapanku takdapat memberi solusi.
Rasanya aku begitu berdosa
diberikan Allah mata untuk melihat tapi penglihatanku takdipelihara, aku diberi
telinga namun telinga ini tidak kuperdengarkan dengan hal-hal yang baik, aku
diberi kaki ini untuk melangkah tapi tidak aku langkahkan ke tempat-tempat yang
baik, aku diberi mulut ini namun ucapan yang keluar bukanlah ucapan-ucapan yang
mulia, mulut ini tidak digunakan untuk mengingatkan akan kebaikan.

0 komentar:
Posting Komentar