CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Rabu, 01 Mei 2013

Cerita Senja di Bulan April



Ada semburat rindu dalam kenang
Ada semburat harap dalam angan
Ada semburat luka dalam senyum
Ada semburat kasih dalam kagum
Ada semburat luka dalam harap

Senang, ada satu rasa yang kini berkunjung dan mengetuk hatiku. Saat  mendapati engkau yang duduk dibelakangku. Senang, karena aku dapat bertemu lagi denganmu setelah sekian lama. (Seperti biasa) aku memandangmu secara diam-diam, (seperti biasa) aku memperhatikanmu secara diam-diam.
Senja, kalau boleh aku mengaku. Aku senang bisa melihatnya kembali. Walau ku tak tahu hati ini milik siapa nantinya.
Biarkanlah aku menjadi pengagum rahasianya.
Tak seberapa penting rasa kagumku sampai kepadanya, yang lebih penting aku, Tuhanku, dan hatiku tahu rasa ini benar adanya. Biarkanlah aku menyimpan rasa kagum ini dalam diam, karna dalam hal ini diam selalu menjadi teman terbaikku, karna “dalam diam aku mengagumimu karena Allah”.
Rasa kagumku tulus, setulus aku memperhatikanmu. Biarkanlah rasa ini kusimpan sendiri, karna melihat senyummu sudah cukup bagiku.
Sakit hati ketika memendam rasa itu adalah hal yang takdapat kupungkiri. Namun percayalah “rasa ini benar adanya”.
Aku taktahu pada siapa takdirku akan jatuh, aku pun taktahu nantinya hati ini milik siapa. Tapi yang kutahu rasa ini nyata. Yang kutahu aku tulus mengagumimu.
Aneh memang, kita takpernah bersua. Tapi rasa kagum itu tumbuh tanpa diminta. Aku merasa beruntung bisa mengenalmu, walau kecil kemungkinan kau mengenalku. Tak apa. Itu tidak penting. Yang terpenting suatu saat aku dapat melihat senyummu (diam-diam) lagi.
Mungkin daun tak melihat angin begitu lembut menyapanya. Begitu juga rasaku, ia takterlihat namun kupastikan dia menyapa lembut hati ini.
Mungkin bumi pun taktahu kapan hujan kan jatuh menyapanya, begitu juga aku yang taktahu mengapa rasa kagum itu bisa jatuh dan menyapa hatiku.. Tapi waktu telah bicara, bisakah aku mengelak???

0 komentar:

Posting Komentar