Sudah mencari ke berbagai
tempat namun belum juga didapat. Ya, itulah pemikiran manusia yang sering kali
terburu-buru menyimpulkan mengenai datangnya rejeki. Paradigma seperti itu
seharusnya segera dihapus dari pikiran, karena sejatinya rejeki setiap insan
itu sudah dijamin oleh Allah. Apa yang telah dijamin tentu takperlu diragukan
lagi.
Sejatinya rejeki itu bukan
dicari melainkan dijemput, karena setiap manusia sudah memiliki bagiannya
masing-masing sehingga takkan tertukar. Rejeki
itu sampai dengan jemputan terbaik, ia dijemput dengan usaha yang baik, ia
dijemput dengan keyakinan, ia dijemput dengan kesabaran, ia datang dengan izin
Allah tepat pada waktunya.
Bukankah di balik suatu
kejadian itu pasti ada hikmahnya? Ya, mungkin di balik usaha yang takpernah
henti untuk menjemput rejeki tersimpan ilmu sabar yang takkan didapatkan dari
kejadian lain, mungkin di balik penantian panjang akan ada rasa syukur mendalam
atas kedatangannya.
Terburu-buru itu datangnya
dari setan. Maka untuk apa kau selalu terburu-buru menyimpulkan suatu perkara
dengan kesimpulan yang keliru? Kau selalu bersuudzon untuk suatu urusan yang
sebenarnya adalah baik. Ya, mungkin sebuah penantian akan mendatangkan lelah,
namun takperlu risau akan ada penawar untuk menghilangkan si lelah, sang
syukurlah yang akan jadi penawarnya.


0 komentar:
Posting Komentar