Terkadang hati ini
merasakan sakit seketika, sang hati taktahu siapa dan karena apa ia merasakan
sakit. Si empunya hati pun kebingungan karena ulah si hati, karena si hati
sakit entah karena apa, sakitnya takbertuan. Memang takada seorang pun yang
membuatnya sakit.
Sakitnya itu menyesakkan,
seolah ada yang menyakiti, seolah ada yang menghujamnya dengan perbuatan keji,
seolah ada kata-kata yang tergelincir merasuki sang hati. Ia terluka, sungguh
ia merasa terluka dalam, namun entah apa penyebabnya.
Semakin direnungi
penyebabnya, semakin dalam pula sakit yang dirasakan sang hati. Sang hati
merasa tersayat hingga pedih menghujamnya. Adakah suatu perbuatan yang
membuatnya sakit? Adakah perkataan yang membuatnya sesak? Siapakah tuan yang
tega membuat sang hati sakit?
Sakit hati yang takbertuan
ini mengelabui seluruh tubuh hingga enggan berbuat apa pun. Mengunci mulut hingga
terus membungkam, mengunci bibir hingga taktersenyum, meracuni pikir hingga
merasakan penat. Ia hanya butuh sendiri, ia hanya butuh introspeksi diri, ia
hanya butuh memperbaiki sang hati agar takbernoda, agar takterluka, agar
takberburuk sangka.


0 komentar:
Posting Komentar