Ketika orang lain menilai diri ini baik, bukan
rasa senang yang kurasa melainkan penilaian itu membuatku semakin merasa buruk.
Aku malu kepada Allah atas penilaian baik mereka, karena Allah-lah yang paling
tahu bagaimana sebenarnya diri ini.
Ketika kata "baik" itu terdengar,
seketika otakku pun merespon, mempertanyakan kebenaran penilaian baik mereka.
Sudahkah diri ini sebaik penilaian mereka? Sudahkah diri ini benar-benar baik?
Sudahkah diri ini sepenuhnya jauh dari kesalahan?Tidak, diri ini belum sebaik
penilaian mereka. Masih banyak yang harus dikoreksi dari semua prilakuku.
Mereka sudah memberikan penilaian baik terhadap
diriku, alangkah baiknya bila diri ini dapat mewujudkan perkataan mereka
sehingga penilaian mereka terhadapku tidak keliru.
Aku hanya takingin membohongi mereka, aku hanya
berusaha berprilaku baik dan terus memperbaiki diri. Aku takingin terburu-buru
menilai diriku baik, karena masih banyak yang harus aku benahi. Ibadahku,
prilakuku, dan kepribadianku.
Namun aku bersyukur atas penilaian mereka, karena dengan adanya penilaian tersebut membuatku mau mengintropeksi diri. Mungkin bila tidak ada penilaian itu, aku takkan berpikir dan takakan memiliki keinginan untuk lebih baik lagi. Karena penilaian baik mereka, aku berusaha untuk memantaskan diri, agar bisa pantas menerima penilaian baik mereka.
Namun aku bersyukur atas penilaian mereka, karena dengan adanya penilaian tersebut membuatku mau mengintropeksi diri. Mungkin bila tidak ada penilaian itu, aku takkan berpikir dan takakan memiliki keinginan untuk lebih baik lagi. Karena penilaian baik mereka, aku berusaha untuk memantaskan diri, agar bisa pantas menerima penilaian baik mereka.

0 komentar:
Posting Komentar