CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sabtu, 07 Maret 2015

Kekuatan Doa



Doa adalah senjata yg diberikan Allah untuk menolong hamba-Nya. Namun terkadang manusia lupa menggunakan senjata tersebut karena kesombongannya. Merasa mampu menghadapi berbagai permasalahan hidup sendiri, padahal manusia tiadalah daya untuk dapat keluar dari suatu permasalahan tanpa izin dan kehendak Allah.
Terlahir dan hidup di dunia ini atas kehendak Allah, apakah pantas manusia menyombongkan dirinya hingga ia lupa meminta (berdoa) kepada Allah? Apakah kau merasa mampu melakukan apa pun tanpa kehendak dari-Nya? Tidak, itu kesalahan besar saat kau merasa seperti itu.
Manusia tiadalah memiliki kekuatan apa-apa, bahkan mata ini berkedip pun atas kehendak Allah. Bayangkan saja bila mata ini takberkedip mungkin mata ini sudah begitu usang diterpa angin dan debu, tapi Allah Maha Baik Ia kedipkan kelopak mata ini untuk membersihkan kotoran dan melindunginya dari terpaan angin dan debu. Berapa kali dalam semenit mata ini berkedip? Mungkin puluhan kali. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?
Nah, masih sombongkah diri ini? Masih merasa mampukah diri ini menghadapi berbagai permasalahan hidup? Masihkah ada rasa bila dirimulah sendiri yg bisa menyelesaikan permasalahan itu? Semua permasalahan yang datang dan pergi itu atas campur tangan Allah. Takperlulah kita sombong bila telah selesai dari suatu urusan, karena itu semua tentu karena campur tangan Allah yang senantiasa membantu kita.

Hanya kekuatan doalah alat komunikasi kita dengan Allah. Bila doa kita taklantas dijawab Allah, jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa Allah takkan mengabulkan doa kita. Bisa saja Allah senang dan ingin mendengar lebih lama doa-doa yg kita panjatkan. Ditahannya suatu doa bukan berarti itu keadaan yang buruk, karena yang tahu kapan waktu terbaik itu hanyalah Allah. Mungkin kau pernah menghadapi situasi lain, kau meminta A tapi Allah menjawabnya dengan B. Nah apa yang kau pikirkan ketika menghadapi situasi seperti itu? Akankah kau beranggapan buruk lagi? Akankah kau merasa Allah takmengindahkan doamu lagi? Salah, itu salah besar karena,

Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al Baqarah: 216)

Seperti kisah ini: Ada seorang mahasiswa tingkat akhir yang akan menghadapi sidang skripsi, ada satu hal yang membuat ia resah “ia takut diuji dengan 2 dosen yang menurutnya menyeramkan”. Setiap selesai solat ia selalu berdoa agar tidak diuji mereka, bahkan di setiap keheningan malam ia selalu menyebutkan kedua nama dosen tersebut, memohon agar tidak diuji mereka dan mendapatkan penguji yang baik.
Tahukah kamu apa jawaban Allah dari doa-doanya? Ya, ia diuji dengan 2 dosen yang selalu ia sebutkan namanya dalam doa, dosen yang paling tidak ia harapkan, dosen yang ia takuti. Terkejut, takut, kecewa, resah, semua perasaan bercampur hingga menegangkan dirinya.
Mau tidak mau, setuju tidak setuju, ia harus tetap menghadapi kedua penguji tersebut untuk bisa lulus dalam sidang terakhir. Tidak mungkin kan bila usahanya selama ini luntur hanya karena ketakutannya menghadapi 2 penguji itu? Nah, akhirnya dengan penuh kesungguhan ia berusaha sebaik mungkin untuk mengikuti sidang skripsi.
Allah-lah yang maha menggerakkan. Semua ketakutannya salah, semua ketakutannya tidak terbukti. Buktinya ketika ia keluar dari ruang sidang, ia ada dalam keadaan baik-baik saja. Tidak kurang satu apa pun, ia masih bisa berdiri tegak dan tersenyum (heheee, lebay). 
Setelah ia ingat-ingat, memang ini adalah jawaban terbaik dari Allah. Dia lupa dengan doanya “Ya Allah siapa pun yang akan menjadi pengujiku di sidang akhir nanti, semoga aku bisa menghadapinya dengan baik”, itulah kelanjutan doa setelah ia memohon agar tidak diuji dengan dosen yang menyeramkan tersebut. Allah tidak pernah salah dan meleset dalam menjawab setiap doa hamba-Nya, Allah yang paling tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Apa yang menurut hamba-Nya tidak baik, Allah tuntun ia untuk mengubah anggapan itu. Bahkan ketika apa yang ia takuti telah menimpa dirinya, Allah pun dengan senang hati menolongnya.
Manusia, manusia yang seringkali dipenuhi rasa curiga dan buruk sangka. Menilai sesuatu dengan singkat, tanpa mempertimbangkan berbagai sudut. Ia taktahu hakikat sebenarnya, bahwa hanya Allah-lah yang Maha Mengetahui. Apa yang terlihat baik belum tentu baik, dan apa yang terlihat tidak baik belum tentu itu tidak baik. Seperti halnya mahasiswa tadi, ia terburu-buru menilai kedua dosen tersebut menyeramkan hingga ia beranggapan tidak akan bisa menghadapi keduanya. Tapi apa kata Allah? Ya, penilaian ia salah. Justru kedua dosen itulah yang terbaik untuknya.

Nah, sudah bisa dipastikan bukan? kalau diri kita itu selalu saja dipenuhi dengan rasa sok tahu. Terlalu sombong memang selalu memastikan suatu perkara yang belum jelas baik buruknya. Terlalu sombong, lupa akan kelemahan.
Dari kisah itu pun kita bisa mengambil hikmah, bahwa kekuatan doa bisa meluluhkan hati, bisa menguatkan dan menenangkan jiwa, dan tentunya doa adalah senjatanya seorang mukmin (manusia) ketika menghadapi berbagai perkara hidup.
Jadi dahulukanlah doa di setiap usahamu, karena doa adalah pengantar usaha yang setia, karena doa adalah perisai (tameng) yang amat kuat menopang diri yang sangat lemah.
Ringankanlah seluruh masalah hidupmu dengan selalu berdoa kepada Allah. Doa adalah alat komunikasi kita kepada Allah yang Maha Mendengar.

Kalau kita curhat dengan teman kan adakalanya tidak bisa dan teman kita pun tentunya sedang menghapi masalahnya sendiri. Daripada kita menambah beban hidupnya, mending kita curhat sama Allah yang setia dengerin semua cerita kita. Mulai dari yang penting sampe yang ga penting. Allah ga akan pegel dan bosen dengerin curhatan kita, Allah akan selalu ada untuk kita. Terlebih Allah selalu punya jalan keluar terjitu atas setiap permasalahan yang kita punya. Jadi ketika kita dihadapkan dalam suatu urusan, datanglah kepada Allah yang maha memiliki jalan keluar terbaik :)

Nomor satukan hubungan dengan Allah, Insya Allah tidak akan ada lagi permasalahan berat yang kita rasakan. Semua permasalahan hidup kita hadapi dengan ringan, karena kita selalu merasa menghadapinya dengan Allah. So, mulai sekarang jangan galau. Coba kita ubah kata galau itu menjadi kalimat God Always Listening And Understanding.
Kan baik tuh kalau kita selalu melibatkan Allah dalam segala urusan, dijamin deh Allah juga pasti seneng kalau kita selalu melibatkan-Nya.  Jadi balik lagi, intinya adalah "doa”, karena doa adalah komunikasi terbaik kita dengan Allah. Tentu doa yang penuh keyakinan dan persangkaan baik selalu kepada Allah SWT.

0 komentar:

Posting Komentar