Doa adalah senjata yg diberikan Allah untuk menolong
hamba-Nya. Namun terkadang manusia lupa menggunakan senjata tersebut karena
kesombongannya. Merasa mampu menghadapi berbagai permasalahan hidup sendiri,
padahal manusia tiadalah daya untuk dapat keluar dari suatu permasalahan tanpa
izin dan kehendak Allah.
Terlahir dan hidup di dunia ini atas kehendak Allah,
apakah pantas manusia menyombongkan dirinya hingga ia lupa meminta (berdoa)
kepada Allah? Apakah kau merasa mampu melakukan apa pun tanpa kehendak
dari-Nya? Tidak, itu kesalahan besar saat kau merasa seperti itu.
Manusia tiadalah memiliki kekuatan apa-apa, bahkan mata
ini berkedip pun atas kehendak Allah. Bayangkan saja bila mata ini takberkedip
mungkin mata ini sudah begitu usang diterpa angin dan debu, tapi Allah Maha Baik
Ia kedipkan kelopak mata ini untuk membersihkan kotoran dan melindunginya dari
terpaan angin dan debu. Berapa kali dalam semenit mata ini berkedip? Mungkin
puluhan kali. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?
Nah, masih sombongkah diri ini? Masih merasa mampukah
diri ini menghadapi berbagai permasalahan hidup? Masihkah ada rasa bila
dirimulah sendiri yg bisa menyelesaikan permasalahan itu? Semua permasalahan
yang datang dan pergi itu atas campur tangan Allah. Takperlulah kita sombong
bila telah selesai dari suatu urusan, karena itu semua tentu karena campur
tangan Allah yang senantiasa membantu kita.
Hanya kekuatan doalah alat komunikasi kita dengan Allah.
Bila doa kita taklantas dijawab Allah, jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa
Allah takkan mengabulkan doa kita. Bisa saja Allah senang dan ingin mendengar
lebih lama doa-doa yg kita panjatkan. Ditahannya suatu doa bukan berarti itu
keadaan yang buruk, karena yang tahu kapan waktu terbaik itu hanyalah Allah.
Mungkin kau pernah menghadapi situasi lain, kau meminta A tapi Allah
menjawabnya dengan B. Nah apa yang kau pikirkan ketika menghadapi situasi
seperti itu? Akankah kau beranggapan buruk lagi? Akankah kau merasa Allah
takmengindahkan doamu lagi? Salah, itu salah besar karena,
Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan
boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah
mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al Baqarah: 216)
Seperti kisah ini: Ada
seorang mahasiswa tingkat akhir yang akan menghadapi sidang skripsi, ada satu
hal yang membuat ia resah “ia takut diuji dengan 2 dosen yang menurutnya
menyeramkan”. Setiap selesai solat ia selalu berdoa agar tidak diuji mereka, bahkan
di setiap keheningan malam ia selalu menyebutkan kedua nama dosen tersebut,
memohon agar tidak diuji mereka dan mendapatkan penguji yang baik.
Tahukah kamu apa
jawaban Allah dari doa-doanya? Ya, ia diuji dengan 2 dosen yang selalu ia
sebutkan namanya dalam doa, dosen yang paling tidak ia harapkan, dosen yang ia
takuti. Terkejut, takut, kecewa, resah, semua perasaan bercampur hingga
menegangkan dirinya.
Mau tidak mau,
setuju tidak setuju, ia harus tetap menghadapi kedua penguji tersebut untuk
bisa lulus dalam sidang terakhir. Tidak mungkin kan bila usahanya selama ini
luntur hanya karena ketakutannya menghadapi 2 penguji itu? Nah, akhirnya dengan
penuh kesungguhan ia berusaha sebaik mungkin untuk mengikuti sidang skripsi.
Allah-lah yang maha
menggerakkan. Semua ketakutannya salah, semua ketakutannya tidak terbukti. Buktinya
ketika ia keluar dari ruang sidang, ia ada dalam keadaan baik-baik saja. Tidak
kurang satu apa pun, ia masih bisa berdiri tegak dan tersenyum (heheee,
lebay).
Setelah ia
ingat-ingat, memang ini adalah jawaban terbaik dari Allah. Dia lupa dengan
doanya “Ya Allah siapa pun yang akan menjadi pengujiku di sidang akhir nanti,
semoga aku bisa menghadapinya dengan baik”, itulah kelanjutan doa setelah ia
memohon agar tidak diuji dengan dosen yang menyeramkan tersebut. Allah tidak
pernah salah dan meleset dalam menjawab setiap doa hamba-Nya, Allah yang paling
tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Apa yang menurut hamba-Nya tidak baik,
Allah tuntun ia untuk mengubah anggapan itu. Bahkan ketika apa yang ia takuti
telah menimpa dirinya, Allah pun dengan senang hati menolongnya.
Manusia, manusia
yang seringkali dipenuhi rasa curiga dan buruk sangka. Menilai sesuatu dengan
singkat, tanpa mempertimbangkan berbagai sudut. Ia taktahu hakikat sebenarnya,
bahwa hanya Allah-lah yang Maha Mengetahui. Apa yang terlihat baik belum tentu
baik, dan apa yang terlihat tidak baik belum tentu itu tidak baik. Seperti
halnya mahasiswa tadi, ia terburu-buru menilai kedua dosen tersebut menyeramkan
hingga ia beranggapan tidak akan bisa menghadapi keduanya. Tapi apa kata Allah?
Ya, penilaian ia salah. Justru kedua dosen itulah yang terbaik untuknya.
Nah, sudah bisa dipastikan bukan? kalau diri kita itu selalu saja dipenuhi dengan rasa sok tahu. Terlalu sombong memang selalu memastikan suatu perkara yang belum jelas baik buruknya. Terlalu sombong, lupa akan kelemahan.
Dari kisah itu pun kita bisa mengambil hikmah, bahwa
kekuatan doa bisa meluluhkan hati, bisa menguatkan dan menenangkan jiwa, dan
tentunya doa adalah senjatanya seorang mukmin (manusia) ketika menghadapi
berbagai perkara hidup.
Jadi dahulukanlah doa di setiap usahamu, karena doa
adalah pengantar usaha yang setia, karena doa adalah perisai (tameng) yang amat
kuat menopang diri yang sangat lemah.
Ringankanlah seluruh masalah hidupmu dengan selalu berdoa kepada Allah. Doa adalah alat komunikasi kita kepada Allah yang Maha Mendengar.
Ringankanlah seluruh masalah hidupmu dengan selalu berdoa kepada Allah. Doa adalah alat komunikasi kita kepada Allah yang Maha Mendengar.
Kalau kita curhat dengan teman kan adakalanya tidak bisa
dan teman kita pun tentunya sedang menghapi masalahnya sendiri. Daripada kita
menambah beban hidupnya, mending kita curhat sama Allah yang setia dengerin
semua cerita kita. Mulai dari yang penting sampe yang ga penting. Allah ga akan
pegel dan bosen dengerin curhatan kita, Allah akan selalu ada untuk kita.
Terlebih Allah selalu punya jalan keluar terjitu atas setiap permasalahan yang
kita punya. Jadi ketika kita dihadapkan dalam suatu urusan, datanglah kepada
Allah yang maha memiliki jalan keluar terbaik :)
Nomor satukan hubungan dengan Allah, Insya Allah tidak
akan ada lagi permasalahan berat yang kita rasakan. Semua permasalahan hidup
kita hadapi dengan ringan, karena kita selalu merasa menghadapinya dengan
Allah. So, mulai sekarang jangan galau. Coba kita ubah kata galau itu menjadi
kalimat God Always Listening And Understanding.
Kan baik tuh kalau kita selalu melibatkan Allah dalam segala urusan, dijamin deh Allah juga pasti seneng kalau kita selalu melibatkan-Nya. Jadi balik lagi, intinya adalah "doa”, karena doa adalah komunikasi terbaik kita dengan Allah. Tentu doa yang penuh keyakinan dan persangkaan baik selalu kepada Allah SWT.
Kan baik tuh kalau kita selalu melibatkan Allah dalam segala urusan, dijamin deh Allah juga pasti seneng kalau kita selalu melibatkan-Nya. Jadi balik lagi, intinya adalah "doa”, karena doa adalah komunikasi terbaik kita dengan Allah. Tentu doa yang penuh keyakinan dan persangkaan baik selalu kepada Allah SWT.


0 komentar:
Posting Komentar