CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sabtu, 07 Maret 2015

Pendengar yang Baik=Pemegang Amanah yang Baik


Bila dihadapkan diantara 2 pilihan, menjadi pendengar atau menjadi yang didengar, kau akan memilih yang mana? Kebanyakan orang tentu akan memilih keduanya, mereka ingin didengarkan dan ingin mendengarkan. Ya tapi itu hanya sebagian, karena sebagian orang ada yang memilih hanya ingin di dengar dan ada pula yamg hanya ingin mendengarkan. Takada yang salah dengan semua pilihan itu, karena setiap orang memiliki kebebasan akan hal itu dan setiap orang memiliki sisi kenyamanan yang berbeda.

Ketika kau selalu ingin didengarkan, maka jadilah kau pencerita yang baik. Pencerita yang tidak hanya ingin dimengerti tapi pencerita yang bisa memahami sekelilingmu. Jadilah pencerita yang tidak melulu ingin meluapkan isi hati semata, namun jadikanlah pesan disekelilingmu sebagai perisai yang menjadikanmu tak mengulangi kesalahan serupa di masa lalu.
Bila kau berada di posisi pendengar. Jadilah pendengar yang baik, pendengar yang mampu memegang amanah, pendengar yang bisa menenangkan, pendengar yang mampu menjadi sandaran terbaik untuk sekitar. Jadilah pendengar yang bijak, pendengar yang mampu memberi pesan dari berbagai sudut, pendengar yang mampu menyampaikan kata-kata penenang jiwa (bukan kata yang menjerumuskan, tapi kata yang meluruskan). Menjadi pendengar itu taksemudah memdengar tanpa dasar, karena menjadi pendengar berarti ia telah memegang suatu amanah. Sudah tentu sebuah amanah harus kita pegang dengan baik, takpeduli ringan atau berat amanah itu tetap harus kau pegang dengan baik.

Bila kau berada dalam posisi keduanya, mungkin itu adalah posisi yang paling baik dari semuanya. Karena kau tidak hanya memberi, tapi juga menerima. Jadilah kau yang terbaik dari keduanya. Jangan kau condongkan keinginanmu untuk selalu didengarkan, namun seimbangkanlah dengan selalu mendengarkan.

Setiap orang memiliki sisi kenyamanannya masing-masing. Ada orang yang hanya ingin didengarkan, hingga ia takpeduli dengan cerita sekitar. Ia begitu antusias dengan ceritanya, hingga ia terkadang takpeka dengan situasi sekitar, ya karena ia ingin selalu didengar. Ada pula orang yang hanya ingin mendengarkan, hingga ia lupa dengan kisahnya sendiri. Ia enggan membagi ceritanya, ia memilih menyimpan kisahnya sendiri dan ia hanya ingin mendengar kisah orang lain. Ada pula yang bisa menyeimbangkan keduanya, ia dengan mudah berbagi cerita dan ia pun mampu mendengar cerita. Ia bisa memposisikan diri diantara keduanya. Ia pandai memposisikan diri dalam bersikap, ia tahu kapan ia harus menjadi pendengar yang baik dan kapan ia harus membagi kisahnya.
Di mana pun posisimu, berusahalah untuk selalu melakukan yang terbaik hingga takmerugikan sekitarmu.

0 komentar:

Posting Komentar