Ya, aku iri sungguh iri kepada para wanita yang telah menjuntaikan hijab di seluruh tubuhnya.
Aku iri pada mereka yang selalu melapaskan basmalah dan doa untuk mengiringi aktivitasnya. Bukti kesadaran diri yang lemah, bukti pengharapan dan keyakinan kepada Allah. Melibatkan Allah dalam segala hal.
Aku iri pada mereka yg bersiap menunggu datangnya adzan & segera melaksanakan sholat setelah kumandang itu datang.
Aku iri pada mereka yg senantiasa mengawali harinya dengan sholat dhuha, mengharap dicukupi rejekinya hanya kepada Allah.
Aku iri pada mereka yang selalu semangat dan istiqamah berduaan dengan Allah dalam kesepian malam di sepertiga malam terakhir.
Aku iri pada mereka yang senantiasa mengeluarkan kata-kata menyejukkan dari mulutnya, apa yang mereka katakan bukan bualan karena mereka selalu berlandaskan Al Quran dan hadis. Ucapan mereka terpelihara, pandangan mereka terjaga.
Aku iri pada mereka yang senantiasa berusaha menahan hawa nafsunya dengan berpuasa. Puasa menjadi perisai yang melindunginya dari godaan buruk.
Aku iri pada mereka yang senantiasa menjaga dzikir dalam setiap aktivitasnya. Mereka tak henti melantunkan kalimat Istigfar, berharap Allah mengampuni semua dosa yang telah diperbuat.
Aku iri pada mereka yang tidak lupa bersolawat untuk mengiringi aktivitasnya.
Aku iri pada mereka yang selalu menjaga interaksi dengan Al Quran. Tilawah selalu ditegakkan setiap harinya.
Aku iri pada mereka yang berlomba-lomba menghapal Alquran, terlebih aku iri pada mereka yang sudah hapal al-quran & senantiasa menjaga hapalannya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Aku iri pada mereka yang selalu menundukkan pandangannya terhadap lawan jenis, mereka memeliharanya sebagai bukti kemuliaan mereka.
Aku iri pada mereka yg rela mengorbankan nyawanya demi menegakkan iman.
Aku iri pada mereka yang selalu menebar kebaikan, selalu mengajak kebaikan, mengingatkan kekhilafan, dan mencegah kemungkaran.
Aku iri pada mereka yang selalu menjaga sabar dan syukur dalam menghadapi berbagai coba. Bagi mereka sabar takada batasnya, karena mereka yakin "sabar kan selalu berbuah manis". Mereka selalu mensyukuri nikmat yang datang tiada henti, bahkan suatu cobaan pun mereka nikmati dengan rasa syukur.
Aku iri pada mereka yang senantiasa menjaga silaturahmi dengan sesama, tak ada ucap yang menyakiti, takada tingkah medzalimi.
Aku iri pada mereka yang wajahnya selalu terlihat sejuk & meneduhkan ketika dipandang, karena amalan kebaikannya yang memancar menenangkan.
Ya aku iri, sangat iri dengan ketaatan mereka. Aku iri dengan kedekatan mereka dengan Allah.


0 komentar:
Posting Komentar